Bank Indonesia kembali menyelenggarakan perhelatan ekonomi syariah terbesar di Tanah Air, Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 tahun 2026, yang berlangsung di JCC, Jakarta. Gelaran tahunan ini melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal serta 1.200 mitra strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang berkelanjutan.
Pada penyelenggaraan tahun ini, ISEF 2026 mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan Melalui Sinergi dan Transformasi Digital". Rangkaian agenda ini menghadirkan tiga kegiatan utama, yaitu Syariah Forum, Syariah Fair, serta Syariah Education and Literacy.
Sinergi Lintas Sektor dan Akselerasi Digital
Gubernur BI, Destry Damayanti menegaskan, ISEF 2026 menjadi wujud sinergi bersama antara Bank Indonesia, kementerian, lembaga, komunitas pesantren, hingga para pelaku UMKM. Pemanfaatan teknologi dan transformasi digital diharapkan dapat mempercepat ekspansi sektor ekonomi dan keuangan syariah, baik di tingkat domestik maupun global.
Rangkaian ISEF 2026 dirancang dengan memadukan berbagai kegiatan, seperti
seminar, workshop, peragaan busana (fashion show), business matching, hingga tablig akbar. Acara ini melibatkan pemangku kepentingan dari dalam negeri hingga mancanegara.
"Melibatkan banyak pihak dan juga kegiatannya banyak sekali, ada dari seminar, kemudian dari workshop, kemudian dari ada fashion dan sebagainya, business matching semua ada di sini, termasuk tablig akbar." kata Destry, dikutip dari tayangan
Zona Bisnis Metro TV, Kamis, 15 Oktober 2026.
Capaian Global dan Tantangan Keuangan Syariah
Destry juga mengungkapkan, bahwa pengembangan sektor keuangan syariah masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang perlu terus ditingkatkan oleh Indonesia.
"Kita juga akan ada beberapa acara yang benar-benar ini mengkombinasikan semua pihak dan bukan hanya dari domestik tapi juga dari luar negeri, ya, karena kita juga akan bicara keuangan syariah di mana ini masih menjadi PR buat Indonesia." ucap Gubernur BI.
Namun demikian, secara umum performa
ekonomi syariah Indonesia terus mencatatkan prestasi positif dengan menempati peringkat keempat secara global, bahkan industri modest fashion Indonesia telah berhasil menduduki peringkat pertama di dunia.
"Ekonomi syariah alhamdulillah kalau kita lihat kita sekarang sudah nomor empat secara global, bahkan untuk modest fashion kita nomor satu." tambahnya.