16 October 2026 17:51
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengecam keras eskalasi militer berkelanjutan yang dilakukan oleh kelompok milisi Houthi. Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi menegaskan bahwa tindakan militer kelompok tersebut tidak hanya merusak stabilitas kawasan, tetapi juga menjadi akar penderitaan rakyat Yaman di berbagai sektor.
"Milisi Houthi ini memilih untuk melakukan eskalasi militer secara terus-menerus dan menjadikan Yaman serta bangsa Yaman menderita, baik secara ekonomi maupun secara kemanusiaan," tegas Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Jumat, 16 Oktober 2026.
Eskalasi serangan yang menggunakan pesawat nirawak (drone) dan rudal tersebut dinilai merusak potensi ekonomi rakyat Yaman serta mengancam keamanan wilayah Kerajaan Arab Saudi. Selain itu, jalur transportasi laut dan perdagangan internasional di perairan strategis, khususnya Selat Bab el-Mandeb dan Laut Merah, turut menghadapi ancaman serius.
Padahal, pihak Kerajaan Arab Saudi menegaskan telah melakukan berbagai upaya diplomatik untuk mendorong tercapainya solusi politik secara komprehensif dan mengembalikan para pihak ke meja negosiasi. Namun, milisi Houthi tetap memilih jalan kekerasan dengan terus menargetkan aset-aset sipil dan infrastruktur ekonomi.
"Tindakan permusuhan yang dilakukan oleh milisi teroris Houthi ini sampai menargetkan tempat-tempat yang paling suci di muka bumi ini, yaitu Mekah al-Mukarramah dan Madinah al-Munawarah. Tindakan tersebut tentu telah menyentuh perasaan umat muslim di seluruh dunia," Faisal Abdullah H. Amodi.
Serangan berkelanjutan kelompok Houthi yang menyasar infrastruktur publik, seperti Bandara Abha dan Bandara Internasional King Khalid, berdampak langsung pada keselamatan masyarakat. Rangkaian aksi militer tersebut telah memakan korban dari warga lokal hingga para ekspatriat.
"Tindakan ini telah mengakibatkan korban sebanyak 17 orang meninggal dunia dan 333 orang luka-luka," papar Faisal Abdullah H. Amodi.
Menghadapi ancaman yang kian membahayakan tersebut, Kerajaan Arab Saudi menyatakan hak sahnya untuk mengambil langkah pertahanan terukur demi melindungi kedaulatan wilayah serta keselamatan warganya.
"Kerajaan Arab Saudi mengecam keras tindakan-tindakan permusuhan dan menyatakan haknya yang sah untuk mempertahankan teritori, kedaulatan, serta keselamatan warganya dan para ekspatriat. Arab Saudi akan mengambil tindakan yang sesuai untuk mempertahankan keamanannya sejalan dengan hukum internasional yang berlaku," lanjut Faisal Abdullah H. Amodi.
Sebagai langkah strategis guna mengakhiri krisis politik dan kemanusiaan, Arab Saudi menegaskan komitmen utuhnya untuk membantu memulihkan tatanan pemerintahan yang sah di Yaman.
"Arab Saudi kembali menegaskan dukungannya secara politis dan juga secara militer bagi Dewan Kepemimpinan Pusat dan Pemerintahan Yaman yang sah untuk mengakhiri kudeta yang dilakukan oleh kelompok milisi Houthi," pungkas Faisal Abdullah H. Amodi.