Baru sepekan dilantik pada 1 Oktober lalu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto langsung menjalani tugas perdananya di lapangan dengan menemui massa buruh di depan gerbang Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
Kehadiran Kapolri yang didampingi oleh pimpinan DPR RI ini berlangsung bertepatan dengan momen pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan menjadi undang-undang.
Alih-alih menggunakan pendekatan represif, Jenderal Suyudi menampilkan gaya kepemimpinan barunya yang persuasif dan humanis. Di hadapan ribuan buruh, ia membuka ruang dialog, mengapresiasi jalannya aksi yang kondusif, dan meminta massa untuk membubarkan diri secara tertib.
"Saya selaku Kepala Kepolisian Republik Indonesia mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk teman-teman buruh yang telah menyampaikan aspirasinya dengan tertib. Itu yang paling penting, kita semua harus menjaga keamanan dan ketertiban karena buruh harus menjadi contoh," tegas Jenderal Suyudi di hadapan massa, dikutip dari
Primetime News, Metro TV, Rabu 7 Oktober 2026.
Selain menjaga situasi keamanan agar tetap terkendali, Suyudi juga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan ucapan selamat. Menurutnya, pengesahan regulasi baru dari DPR RI tersebut merupakan angin segar yang telah lama diperjuangkan oleh kelompok pekerja.
"Hari ini rekan-rekan telah mendapatkan kado terindah yang dinanti-nantikan berupa RUU Perlindungan Ketenagakerjaan yang sudah disahkan. Untuk itu selamat sekali lagi, sukses untuk teman-teman semua. Pesan saya yang terakhir, kembali ke rumah masing-masing dengan tertib," tutup Suyudi yang diakhiri dengan gemuruh seruan "Hidup buruh!".