Kemarau panjang yang melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mulai berdampak serius pada ketersediaan air bersih. Sebagian warga yang bermukim di kawasan Perbukitan Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, kini dilaporkan mengalami krisis air akibat menyusutnya debit mata air.
Kondisi sungai dan sumur warga yang mengering kerontang memaksa masyarakat harus menempuh jarak yang jauh untuk mendapatkan air demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Merespons kesulitan warga, jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0731 Kulon Progo turun tangan melakukan penyaluran air bersih langsung ke permukiman terdampak.
Salah satu titik penyaluran difokuskan di Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo. Menggunakan truk tangki berkapasitas 4.000 liter, kedatangan armada TNI ini langsung disambut antusias oleh warga. Mereka berbondong-bondong membawa ember, jerigen, serta berbagai wadah penampungan air lainnya untuk kebutuhan memasak dan mandi.
Komandan Kodim (Dandim) 0731 Kulon Progo Letkol Infanteri Dyan Niti Sukma menjelaskan, operasi distribusi air bersih ini dilakukan secara rutin setiap hari. Secara total, pihaknya mampu menyalurkan 4.000 hingga 8.000 liter air per hari. Titik sasaran distribusi ditentukan secara akurat berdasarkan pemetaan dan laporan dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) di lapangan.
"Selain mendistribusikan berdasarkan permintaan, kami juga mendistribusikan setiap harinya secara berkeliling di wilayah-wilayah Kulon Progo. Hal ini didasarkan pada laporan-laporan dari para Babinsa dan warga setempat," ujar Letkol Inf Dyan Niti Sukma dikutip dari
Headline News, Metro TV, Minggu 4 Oktober 2026.