6 November 2026 20:18
PT Kereta Api Indonesia menyiapkan dua terobosan infrastruktur transportasi berskala besar, membangun jalur kereta api di Bali dengan rute Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai hingga Canggu, serta merombak total kawasan Stasiun Gambir agar terintegrasi penuh dengan Monumen Nasional (Monas).
Dua rencana strategis tersebut dilaporkan langsung oleh Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, usai dipanggil Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 5 November 2026 siang.
Kereta Wisata Ngurah Rai–Canggu
Proyek pertama yang menjadi sorotan adalah penyediaan layanan kereta api di Pulau Dewata guna mengurai kemacetan parah di kawasan wisata populer. Pembangunan tahap awal (fase 1) dirancang membentang dari arah bandara ke pesisir barat Bali.
"Layanan kereta api di Bali, fase satunya adalah dari Ngurah Rai ke utara, ke Kuta, Legian, kemudian Seminyak, dan ujungnya di Canggu," ungkap Bobby dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Jumat, 6 November 2026.
Kehadiran jalur kereta ini diharapkan menjadi solusi transportasi massal modern yang andal bagi wisatawan maupun warga lokal di koridor tersibuk Bali tersebut.
Rombak Total Stasiun Gambir dan Monas
Sementara itu, untuk transportasi ibu kota, KAI mempercepat program revitalisasi Stasiun Gambir. Penataan ini tidak hanya berfokus pada fisik stasiun semata, melainkan merombak kawasan sekitar hingga menyatu dengan Taman Monas.
"Yang pertama adalah percepatan program revitalisasi Stasiun Gambir. Di mana nanti di Monas ini akan dibuat satu kawasan yang terintegrasi semua. Jadi Monasnya, Taman Monasnya direvitalisasi, begitu juga Stasiun Gambirnya," jelas Bobby.
Proyek integrasi Gambir–Monas tersebut diperkirakan memakan waktu pengerjaan selama dua tahun yang dibagi dalam dua tahapan.
Guna mempermudah mobilitas antarmoda penumpang, Stasiun Gambir yang baru nantinya juga akan terhubung langsung dengan jalur MRT Jakarta, menjadikannya simpul transportasi terpadu di jantung kota Jakarta.