Jakarta: Di tengah musim kemarau yang panjang ini, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan. Kemarau panjang bukan hanya membuat udara terasa lebih panas dan persediaan air semakin terbatas, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan.
Paparan suhu panas dalam waktu lama dapat meningkatkan suhu tubuh dan memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari dehidrasi, pusing, mual, hingga heatstroke. Suhu panas juga dapat memengaruhi kondisi emosional, seperti membuat seseorang lebih mudah merasa gelisah, cemas, atau stres.
Tips Jaga Kesehatan Selama Kemarau Panjang
Agar tubuh tetap sehat di tengah cuaca panas, melansir dari Alodokter, berikut ini enam langkah yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Perbanyak minum air putih
Saat cuaca panas, tubuh mengeluarkan cairan melalui keringat untuk membantu mengatur suhu tubuh. Jika cairan yang hilang tidak digantikan, seseorang berisiko mengalami dehidrasi.
Kementerian Kesehatan RI menganjurkan untuk minum 2 liter atau 8 gelas air setiap harinya untuk orang dewasa.Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi, terutama saat beraktivitas di luar ruangan atau melakukan pekerjaan fisik.
Jangan lupakan tabir Surya
Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat merusak kulit, menyebabkan kulit terbakar, dan mempercepat penuaan dini. Oleh karena itu, penggunaan tabir surya atau sunscreen tetap penting ketika beraktivitas di luar ruangan.
Alodokter menyarankan penggunaan tabir surya dengan SPF minimal 30. Aplikasikan secara merata pada bagian kulit yang terpapar matahari dan oleskan kembali sekitar setiap dua jam, atau lebih sering.
Pilih pakaian yang nyaman
Selain penggunaan tabir surya sebagai perlindungan, pemilihan pakaian juga berperan dalam membantu tubuh menghadapi cuaca panas. Gunakan pakaian yang longgar, ringan, dan nyaman agar panas tubuh lebih mudah dilepaskan.
Hindari penggunaan baju berwarna gelap, sebab menyerap panas dan membuat tubuh terasa semakin kepanasan. Oleh karena itu, baju berwarna cerah lebih dianjurkan dan berbahan lembut seperti poliester, rayon, dan katun.
Jangan lupakan kebutuhan makanan
Cuaca panas terkadang membuat nafsu makan berkurang. Meski begitu, tubuh tetap membutuhkan energi dan zat gizi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Lebih baik mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering jika nafsu makan menurun. Camilan yang mengandung protein bisa jadi saran, seperti yoghurt dan kacang-kacangan.
Jangan terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama
Beraktivitas terlalu lama di bawah sinar matahari dapat meningkatkan risiko gangguan akibat panas. Karena itu, usahakan membatasi kegiatan di luar ruangan ketika matahari sedang terik, terutama sekitar pukul 10.00 hingga 14.00.
Jika aktivitas di luar ruangan tidak dapat dihindari, sempatkan beristirahat di tempat teduh atau ruangan yang sejuk. Hindari memaksakan diri ketika tubuh mulai terasa lelah, pusing, atau tidak nyaman.
Nah, penting untuk diketahui, menjaga kesehatan selama kemarau panjang bukan hanya soal menghindari rasa gerah, tetapi juga mengenali tanda ketika tubuh mulai mengalami gangguan akibat panas. Dengan melakukan langkah pencegahan, tubuh dapat lebih terlindungi saat menghadapi cuaca panas dan kondisi lingkungan yang kering.
(Eunike Michelle Gultom)