16 May 2026 21:40
Laporan UCLA Emmett Institute menyebutkan bahwa Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, menjadi penyumbang emisi metana tertinggi kedua di dunia, dengan produksi mencapai 6,3 ton per jam.
Data penelitian yang menggunakan satelit Tanager-1 milik Planet Labs dan instrumen Earth Surface Mineral Dust Source Investigation (EMIT) milik NASA menunjukkan kawasan seluas 110 hektare itu menerima sekitar 7.000 hingga 8.000 ton sampah setiap hari dari Jakarta.
Tingginya volume sampah membuat timbunan di Bantargebang membengkak hingga mencapai 80 juta ton, jauh melampaui kapasitas normal yang hanya sekitar 30 juta ton. Kondisi tersebut tidak hanya memicu krisis iklim, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat sekitar.
“Ya kalau bau masih bau, Pak. Cuman gimana, orang enggak punya perusahaan. Ya seolah-olah saya kerja, trak-bruk berasak-beresek. Kuat nggak kuat harus kuat,” ujar Lamto, warga Bantargebang dalam tayangan Primetime News Metro TV, Sabtu 16 Mei 2026.
Warga lain, Jamih mengaku sudah terbiasa hidup berdampingan dengan kondisi lingkungan di sekitar gunungan sampah tersebut.
“Biasa dari kecil. Udah dari kecil udah di sini, biasa aja,” kata Jamih.