Prabowo Gembira ROA Danantara Naik 300 Persen

11 March 2026 21:19

Presiden Prabowo Subianto menyatakan kegembiraannya atas kinerja Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia yang menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Negara saat menghadiri acara Tasyakuran Satu Tahun Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026. 

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Return on Asset (ROA) Danantara pada tahun 2025 tercatat melonjak lebih dari 300 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurut Presiden, pencapaian gemilang ini menjadi bukti nyata bahwa premis pendirian Danantara, yakni pengelolaan BUMN di bawah satu kendali manajemen, adalah langkah strategis yang tepat.

"Saya dapat laporan, saya cukup gembira return on asset satu tahun 2025 dibandingkan tahun sebelum-sebelumnya sudah naik lebih dari 300 persen. Ini cukup baik dan membuktikan premis kita mendirikan Danantara bahwa tidak mungkin suatu manajemen yang baik kalau tidak di satu kendali, di satu tangan," ujar Presiden Prabowo.
 

Baca juga:
Presiden Prabowo Targetkan Danantara Setor Rp800 Triliun Tiap Tahun

Lebih lanjut, Presiden menyoroti tantangan besar dalam mengelola aset negara yang selama ini tersebar di banyak pintu. Ia mengaku terkejut saat mengetahui bahwa jumlah entitas perusahaan yang dikelola negara ternyata mencapai lebih dari 1.000 entitas, termasuk anak, cucu, hingga cicit perusahaan. Secara khusus, Presiden mencontohkan Pertamina yang disebutnya memiliki sekitar 200 anak dan cucu perusahaan.

Presiden menekankan bahwa tidak ada pelajaran manajemen di dunia manapun yang membenarkan satu manajemen mengelola ribuan entitas secara langsung tanpa konsolidasi yang jelas. Meski mengakui bahwa pendirian perusahaan negara seperti Patal Senayan hingga perusahaan farmasi di masa awal kemerdekaan didasari iktikad baik untuk memenuhi kebutuhan bangsa, Presiden melihat adanya penyimpangan yang terjadi seiring berjalannya waktu.

Melalui Danantara, Pemerintah berkomitmen untuk melakukan penataan dan konsolidasi total agar pengelolaan perusahaan negara menjadi lebih efisien dan terkendali. Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan marwah perusahaan negara sebagai motor penggerak ekonomi yang sehat, sekaligus mencegah terjadinya tumpang tindih manajemen di masa depan demi keselamatan ekonomi nasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)