Pontianak: Asap kebakaran hutan dan lahan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat masih pekat, terutama saat pagi hingga sore hari. Di tengah kondisi tersebut, pemuda yang terdiri dari mahasiswa dan komunitas membagikan masker kepada para warga.
Aktivitas tersebut berlangsung di Tugu Digulis, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu, 6 September 2026. Sedikitnya tiga kelompok yang membagikan masker hari itu yaitu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Kelompok Naga Naga.
Perwakilan IMM, M Ridwan, mengatakan, pihaknya menggelar aktivitas tersebut secara rutin hingga dampak
karhutla benar-benar reda. Selain membagikan masker, pihaknya juga menggalang donasi untuk korban-korban yang terdampak karhutla.
"Kami akan rutin melakukan aksi damai dengan menggalang donasi dan membagi-bagikan masker sampai tidak ada lagi asap, mungkin minggu depan atau minggu depannya lagi," jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Harian Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, Daniel, mengapresiasi gerakan masyarakat dalam penanganan karhutla, termasuk pemberian masker. Menurutnya, dalam penanganan bencana, kolaborasi antara semua pihak menjadi penting, termasuk dunia usaha baik swasta maupun BUMN dan BUMD.
"Terima kasih atas apresiasi masyarakat dan dunia usaha yang sangat besar dalam penanganan karhutla ini sudah berpartisipasi dalam memberikan masker," katanya.