Resmi Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Diminta Jaga APBN Tetap Sehat dan Kredibel

15 September 2026 17:21

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk melanjutkan sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih 2024-2029. Suahasil mendapat arahan untuk menjaga keuangan negara, khususnya APBN, tetap sehat dan kredibel.

Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Ia menjadi tokoh ketiga yang menduduki posisi Menteri Keuangan selama 23 bulan pemerintahan Presiden Prabowo.

Suahasil mengatakan APBN harus mampu mendukung pelaksanaan program-program prioritas pemerintah. Karena itu, kondisi APBN harus tetap sehat sekaligus dapat dipercaya.

"APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah. Karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel," kata Suahasil dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Selasa 15 September 2026. 

Menurut Suahasil, APBN yang kredibel diperlukan agar kebijakan fiskal dapat mendukung pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.

"APBN itu harus dapat dipercaya, dan untuk itu kita akan melakukan dengan Kementerian Keuangan yang selama ini sudah bekerja dengan sangat-sangat keras," ujarnya.

Suahasil menegaskan akan melanjutkan upaya menjaga keuangan negara dengan kebijakan yang dinilai lebih baik. Efisiensi belanja negara juga menjadi bagian dari langkah yang akan diteruskan.

"Jadi kita akan terus bekerja, katakan kita akan terus melanjutkan menjaga keuangan negara dengan cara yang akan lebih baik," kata Suahasil.


Direktur Eksekutif INDEF Esther Dwi Astuti menilai Suahasil harus mampu menjaga APBN sesuai target tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi. Ia menyebut target pertumbuhan ekonomi pemerintah perlu berjalan seiring dengan pengendalian defisit APBN.

"Presiden ini punya target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Nah sementara itu defisit APBN ini kan harus juga dijaga, not more than 3 persen karena itu amanah undang-undang," kata Esther.

Esther mengatakan regulasi yang dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi perlu dievaluasi. Menurutnya, langkah tersebut penting agar target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.

"Maka program bersih-bersih Pak Purbaya yang sudah dilakukan sebelumnya itu harus di-continue ya oleh Pak Suahasil saat ini," ujarnya.

Sementara itu, efisiensi belanja negara akan tetap dilakukan. Efisiensi tersebut tidak hanya dimaknai sebagai pemangkasan anggaran, tetapi juga memastikan anggaran yang tersedia menghasilkan capaian maksimal dan manfaat bagi masyarakat.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X