22 September 2026 16:45
Bagi petani garam, matahari memang dibutuhkan untuk mengeringkan air laut. Namun kali ini, kemarau justru membawa persoalan lain, seperti air laut surut, tambak mengering, dan produksi garam ikut terhenti. Di Desa Ketitangwetan, Pati, Jawa Tengah, air laut surut membuat ratusan hektare tambak garam tidak bisa produksi.
Panas terik dan kemarau panjang membuat sebagian besar tambak garam di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Pati, Jawa Tengah, mengering. Air laut yang menjadi sumber utama produksi garam sulit masuk ke petakan tambak karena permukaan laut yang surut.
Petani terpaksa menunggu pasang sebelum bisa kembali mengisi tambak dan memulai proses produksi. Akibat kondisi ini, aktivitas produksi terhenti di sebagian tambak. Lebih dari 300 hektare tambak garam tidak mampu berproduksi secara maksimal.
Bagi petani, persoalannya bukan sekadar berkurangnya air. Surutnya air laut membuat rantai produksi garam ikut tersendat. Tanpa pasokan air laut, proses penguapan dan kristalisasi garam tidak dapat berjalan secara optimal. Petani pun harus mengandalkan setiap datangnya pasang.