Kisah Pilu Anak Korban Banjir Solok: Dengar HP Sang Ayah Berdering di Pondok Kosong

24 September 2026 21:30

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, menyisakan duka mendalam bagi keluarga Agusra. Pria berusia 59 tahun itu menjadi satu-satunya korban yang masih dinyatakan hilang setelah terjangan material dari lereng Gunung Talang menyapu pondoknya yang berada tepat di titik awal lokasi bencana.

Bagi Aza, sang anak, hari-hari penantian ini terasa sangat panjang. Ia menceritakan detik-detik mencekam saat pertama kali menerima kabar buruk tersebut dari sepupunya. Saat itu, Aza yang sedang bekerja di lokasi yang berjarak sekitar 30 menit dari Arosuka langsung menghubungi adiknya.

"Pas saya telepon, adik sudah menangis. Katanya Ayah hilang tidak ketemu. Saya langsung meluncur dari tempat kerja ke lokasi," ungkap Aza, dikutip dari Metro Hari Ini, Metro TV, Kamis 24 September 2026. 

Akses jalan yang terputus membuat Aza terpaksa berkumpul di kawasan Sukarami bersama rekan-rekan ayahnya. Berbekal senter, mereka mencoba mencari dalam gelap. Ia bahkan sempat menerbangkan drone, tapi minimnya cahaya membuat pencarian malam itu nihil.
 


Titik terang sekaligus momen paling memilukan terjadi pada keesokan paginya sekitar pukul 06.00 WIB. Saat berhasil menembus akses menuju pondok ayahnya, Aza dan adiknya masih menyimpan harapan besar karena nomor ponsel Agusra masih aktif dan berdering saat dihubungi.

Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. "Adik nemuin HP Ayah di pondok itu masih nyala, dengan kondisi pintu yang sudah terbuka. Tapi, Ayah tidak ada di sana," kenang Aza. 

Memasuki hari keempat pencarian, Tim SAR gabungan yang turut mengerahkan anjing pelacak (K9) akhirnya menemukan kartu identitas (KTP) serta pakaian yang dikenakan Agusra saat kejadian. Temuan ini memantapkan fokus penyisiran petugas di sekitar area tumpukan material longsor.

Meski peluang menemukan sang ayah dalam kondisi selamat semakin menipis, Aza mengaku keluarganya telah ikhlas.

"Harapan saya untuk proses pencarian ini lebih dioptimalkan lagi. Ini harapan seorang anak untuk seorang bapak. Saya ingin ayah saya bertemu untuk terakhir kalinya. Dengan kondisi apa pun, saya dan keluarga sudah terima," tuturnya lirih.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X