Peringati Hari Anak Nasional 2026, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menegaskan komitmennya dalam memberikan perhatian khusus bagi tumbuh kembang anak. Perhatian tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi diimplementasikan langsung dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang ramah anak.
Melalui program ini, anak-anak diajak untuk mengenal sekolah bukan hanya sebagai tempat belajar, melainkan sebagai rumah kedua yang aman, menyenangkan, dan terbuka untuk mendengarkan setiap cerita mereka.
Masa Transisi yang Menyenangkan di TK
Di TK Negeri Pembina III Tangerang Selatan, keceriaan pagi dimulai dengan senam bersama dan bermain. Anak-anak diperkenalkan dengan guru, teman sebaya, hingga fasilitas sekolah yang akan menunjang keseharian mereka.
Bunda PAUD Kota Tangerang Selatan, Tini Indrayanthi, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya masa peralihan dari rumah ke
sekolah. Menurutnya, anak-anak memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan yang lebih luas.
"Harapan saya, khususnya untuk anak-anak di Tangerang Selatan, ayo kita sama-sama belajar dan berteman dengan prinsip saling asah, asih, dan asuh. Bagi siswa baru, semoga cepat menyesuaikan diri, dan bagi kakak kelas, mari mengayomi adik-adiknya agar mereka merasa tenang dan nyaman ke sekolah," kata Bunda PAUD Kota Tangerang Selatan, Tini Indrayanthi, dikutip dari tayangan
Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Kamis, 23 Juli 2026.
Kepala Sekolah TK Negeri Pembina III, Sherly Nur Hakim, menambahkan bahwa orientasi sekolah juga bertujuan membangun kemandirian
anak sejak dini, mulai dari mencuci tangan, merapikan mainan, hingga bertanggung jawab atas perlengkapan pribadi.
“Anak-anak menjadi anak yang mandiri, anak-anak yang sehat, anak-anak yang bisa menolong dirinya sendiri, anak-anak yang senang bermain bersama teman-temannya, anak-anak yang peduli dengan lingkungannya, baik itu kebersihannya, ataupun hal-hal yang kurang baik tapi mereka mengenali itu, kemudian mereka bisa memberikan solusinya, apa yang harus mereka lakukan.” ucap Kepala Sekolah TK Negeri Pembina III, Sherly Nur Hakim.
Edukasi Digital dan Budaya 5S di Sekolah Dasar
Kegiatan serupa juga berlangsung di SD Negeri Rawa Buntu 2. Selain senam pagi, para siswa diberikan edukasi mengenai budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) serta penggunaan media sosial yang bijak.
Di tengah pesatnya dunia digital, Tini Indrayanthi berpesan agar anak-anak tidak takut untuk melapor jika mengalami hal yang tidak menyenangkan. Kehadiran orang dewasa sebagai pendengar yang baik menjadi kunci perlindungan anak.
"Jangan takut melapor dan jangan takut bercerita kepada orang tua jika ada hal-hal yang membuat tidak nyaman," tegas Tini.
Komitmen Nyata Kota Layak Anak
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Tangerang Selatan, Rr. Truetami Ajeng Soediutomo, menilai pendampingan anak harus bergeser dari sekadar memberi perintah menjadi mau mendengarkan. Ia berharap peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum komitmen nyata bagi seluruh pihak.
"Ini bukan hanya peringatan setahun sekali, tapi komitmen nyata agar anak-anak di Tangsel berani bersuara dan berani berkarya," kata Ajeng.
Kota Layak Anak di Tangerang Selatan diharapkan bukan hanya sekadar predikat. Melalui sinergi antara sekolah yang ramah, orang tua yang mendengar, dan layanan publik yang mudah dijangkau,
Pemkot Tangsel berupaya memastikan setiap anak dapat tumbuh tanpa kekerasan dan tidak kehilangan haknya untuk menikmati masa kecil dengan bahagia.