14 April 2026 12:09
Eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah mulai berdampak serius pada stabilitas ekonomi global. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, melaporkan bahwa tagihan bahan bakar blok 27 negara Uni Eropa mengalami lonjakan tajam akibat gangguan pasokan energi.
Dalam pernyataan resminya, Von der Leyen mengungkapkan bahwa Uni Eropa harus merogoh kocek tambahan hingga lebih dari 22 miliar Euro (setara dengan lebih dari 25 miliar Dolar AS atau sekitar Rp370 triliun) hanya dalam kurun waktu 44 hari terakhir. Lonjakan biaya yang sangat signifikan ini dipicu langsung oleh gangguan distribusi energi yang timbul seiring memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.
| Baca juga: Pemerintah 'Banting Tulang' Selamatkan Indonesia dari Krisis Energi, Ini Buktinya |