Sering Pusing dan Mudah Lelah? Bisa Jadi Gejala Anemia-Tips Kesehatan

14 May 2026 15:11

Jakarta: Tubuh yang sering terasa lemas, mudah lelah, hingga sulit berkonsentrasi kerap dianggap hanya akibat kurang istirahat. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda anemia, gangguan kesehatan yang terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin.

Hemoglobin memiliki fungsi penting untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ketika kadarnya menurun, organ dan jaringan tubuh tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup sehingga memicu berbagai keluhan fisik.

Melansir dari World Health Organization (WHO), anemia banyak dialami oleh perempuan dan anak-anak. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kekurangan nutrisi, infeksi, penyakit kronis, menstruasi berat, gangguan selama kehamilan, hingga faktor keturunan. Salah satu penyebab paling umum adalah kekurangan zat besi.
 



WHO memperkirakan sekitar 40 persen anak usia 6–59 bulan, 37 persen ibu hamil, dan 30 persen perempuan usia 15–49 tahun di dunia mengalami anemia. Kasus anemia paling banyak ditemukan di negara berpenghasilan rendah dan menengah, terutama di daerah pedesaan dan masyarakat dengan akses pendidikan yang terbatas.

Gejala Anemia

Saat tubuh kekurangan sel darah merah, distribusi oksigen menjadi terganggu. Akibatnya, penderita anemia sering merasa cepat lelah dan lemas.

Melansir WHO, beberapa gejala anemia yang umum terjadi antara lain:
  • Mudah lelah dan lesu
  • Sesak napas
  • Pusing dan sakit kepala
  • Kulit tampak pucat
  • Tangan dan kaki terasa dingin
  • Sulit berkonsentrasi
Pada kasus yang lebih parah, anemia juga dapat menyebabkan gangguan perkembangan kognitif dan motorik pada anak-anak. Sementara pada ibu hamil, kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu maupun bayi.

Penyebab Anemia

Anemia terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi cukup sel darah merah sehat atau kehilangan darah dalam jumlah besar. Kekurangan zat besi menjadi penyebab utama karena zat tersebut dibutuhkan tubuh untuk membentuk hemoglobin.

Selain itu, anemia juga dapat dipicu oleh kekurangan asam folat dan vitamin B12, penyakit tertentu, hingga kehilangan darah akibat menstruasi, cedera, operasi, atau persalinan.
   

Cara Mencegah dan Mengatasi Anemia

WHO menyebut pencegahan dan pengobatan anemia bergantung pada penyebab dasarnya. Salah satu langkah penting adalah memperbaiki pola makan dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Berikut beberapa upaya pencegahan anemia:
  • Mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti daging merah, hati, ikan, unggas, bayam, kacang-kacangan, dan sayuran hijau
  • Memperbanyak asupan vitamin C
  • Memenuhi kebutuhan asam folat dan vitamin B12 melalui telur, susu, dan sayuran hijau
  • Mengonsumsi obat tambah darah sesuai anjuran dokter
Melansir dari News in Health, sumber zat besi terbaik berasal dari daging merah, unggas, ikan, dan kerang. Selain itu, kacang polong, lentil, tahu, buah kering, serta sereal yang diperkaya zat besi juga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Menjaga pola makan seimbang dan memperhatikan asupan zat besi menjadi langkah sederhana namun penting untuk membantu mencegah anemia dan menjaga tubuh tetap bertenaga.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)