1 April 2026 19:07
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia akan memasuki musim kemarau mulai April ini, ditandai dengan munculnya El Nino Godzilla. Fenomena ini dapat menyebabkan kekeringan ekstrem, potensi gagal panen, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyebut, sejumlah wilayah telah memasuki masa transisi peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Sementara sebagian lainnya terpantau telah kering.
"Saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sedang mengalami transisi. Kita sedang beralih dari musim hujan menuju musim kemarau. Beberapa daerah sudah cukup persisten kondisi keringnya," ungkap Ardhasena, dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Rabu, 1 April 2026.
Mengenal El Nino Godzilla dan faktor penyebabnya
Meski tidak ada dalam kamus BMKG, El Nino Godzilla adalah istilah untuk menunjukkan fenomena pemanasan suhu permukaan laut yang dahsyat di wilayah Samudra Pasifik bagian timur. Kondisi ini menyebabkan pusat pembentukan awan hujan bergeser menjauh dari kawasan Asia Tenggara.
Fenomena ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama. Faktor pertama adalah berakhirnya La Nina, yaitu penurunan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang selesai pada Februari lalu. Kebalikan dengan El Nino, fenomena La Nina membuat curah hujan di Indonesia cenderung lebih tinggi.
Faktor kedua adalah percepatan dinamika monsun, di mana peralihan dari angin baratan ke angin timuran atau monsun Australia berlangsung lebih cepat dari biasanya. Faktor ketiga adalah potensi munculnya El Nino dengan kemungkinan 50–60 persen, yang diperkirakan muncul pada semester kedua tahun 2026.
| Baca Juga: Hadapi 'Godzilla El Nino', Pemerintah Siap Jaga Produksi Padi |