Hadapi 'Godzilla El Nino', Pemerintah Siap Jaga Produksi Padi

Ilustrasi musim kemarau. Foto: Medcom.id

Hadapi 'Godzilla El Nino', Pemerintah Siap Jaga Produksi Padi

Husen Miftahudin • 29 March 2026 18:05

Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan untuk menjaga produksi padi tetap optimal melalui langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung April hingga Oktober 2026.

"Upaya ini difokuskan pada penguatan ketersediaan air dan dukungan benih guna menjaga produksi padi tetap optimal serta memastikan pasokan pangan tetap aman," kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dikutip dari Antara, Minggu, 29 Maret 2026.

Disebutkan, Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu lumbung pangan nasional, dengan luas baku lahan sawah sekitar 900.772 hektare (ha) memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas produksi padi nasional.

Diketahui, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi musim kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang dan kering, terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.

Menghadapi kondisi tersebut, Kementan bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait telah menyiapkan berbagai langkah strategis, antara lain penguatan jaringan irigasi pertanian, optimalisasi irigasi perpompaan, bantuan pompa air, serta optimasi lahan non-rawa.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan benih padi sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas di tengah tekanan iklim.
 

Baca juga: Bulog Pastikan Stok Pangan Terjaga Meski Ada Gejolak Timteng hingga Godzilla El Nino


(Mentan Amran Sulaiman. Foto: MI/Susanto)
 

Perkuat irigasi dan pompanisasi 


Amran menegaskan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif secara menyeluruh untuk menghadapi musim kemarau, khususnya melalui penguatan irigasi dan pompanisasi guna menjaga ketersediaan air bagi pertanian.

"Air adalah faktor kunci. Karena itu, penguatan irigasi, pompanisasi, dan dukungan benih harus berjalan bersamaan agar petani tetap bisa berproduksi secara optimal," jelas dia.

Melalui langkah terkoordinasi, dia berharap ketersediaan air untuk pertanian tetap terjaga, sehingga produksi dan produktivitas padi di Provinsi Jawa Barat dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan, meskipun menghadapi tantangan perubahan iklim.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)