9 January 2026 17:50
Jakarta: Keputusan Manchester United memecat Ruben Amorim pada awal Januari 2026 kembali menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pengamat sepak bola. Meski langkah ini diambil setelah konflik internal dengan manajemen, banyak pihak menilai bahwa pemecatan tersebut bukanlah jawaban atas persoalan mendasar yang membelit klub berjuluk Setan Merah itu.
Berdasarkan laporan Entertainment and Sports Programming Network (ESPN), penyebab utama kepergian Amorim bukan semata performa tim di lapangan, melainkan retaknya hubungan internal antara pelatih dan jajaran manajemen klub.
Ruben Amorim disebut terlibat perselisihan serius dengan Direktur Sepak Bola Jason Wilcox. Amorim bersikeras mempertahankan formasi 3-4-3 dan menuntut kewenangan penuh sebagai Manager, bukan sekadar Head Coach.
Situasi ini mencerminkan masalah klasik Manchester United dalam beberapa tahun terakhir, yakni ketidakjelasan struktur kekuasaan antara pelatih dan manajemen. Konflik serupa sebelumnya juga dialami pelatih-pelatih lain, yang berujung pada siklus pemecatan tanpa solusi jangka panjang.
Ketegangan semakin memuncak setelah kegagalan manajemen mendatangkan target utama seperti Antoine Semenyo, yang justru berlabuh ke Manchester City. Amorim secara terbuka mengkritik kinerja departemen scouting dan menuntut manajemen bekerja lebih efektif.
Namun, alih-alih memperbaiki sistem rekrutmen, manajemen justru memilih memutus kerja sama dengan sang pelatih. Padahal, kegagalan transfer mencerminkan persoalan struktural yang berada di luar kendali teknis seorang pelatih.
Para analis sepak bola menilai bahwa masalah utama Manchester United terletak pada struktur hierarki dan sistem pengambilan keputusan di level manajemen. Skuad yang ada saat ini masih membawa warisan kelemahan fisik dan mental dari era sebelumnya, yang tidak bisa diperbaiki secara instan hanya dengan pergantian pelatih.
Tanpa reformasi menyeluruh di level administratif, pemecatan Amorim justru berpotensi mengulang pola lama: mengganti pelatih tanpa menyentuh akar persoalan.
Manchester United kini kembali berburu pelatih baru di tengah tekanan publik yang menginginkan stabilitas. Namun, siapa pun yang datang akan menghadapi tantangan serupa, mulai dari keterbatasan anggaran transfer hingga kebijakan klub yang dinilai kaku.
Baca Juga :
Situasi ini mempertegas bahwa pemecatan Ruben Amorim bukanlah solusi final. Masa depan Setan Merah justru bergantung pada keberanian manajemen dan pemilik klub untuk melakukan perubahan mendasar di balik layar, bukan sekadar mengganti sosok di pinggir lapangan.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)