6 January 2026 13:38
Jakarta : Manchester United resmi memecat pelatih kepala Ruben Amorim pada Senin, 5 Januari 2026, hanya 14 bulan setelah ditunjuk untuk menangani klub raksasa Premier League tersebut. Keputusan ini diumumkan klub di tengah tekanan performa dan dinamika internal yang terus memanas sepanjang masa kerjanya di Old Trafford.
Ruben Filipe Marques Amorim adalah pelatih asal Portugal yang pernah menjadi gelandang profesional sebelum beralih ke manajerial. Ia mulai dikenal luas sebagai pelatih setelah membawa Sporting CP meraih gelar liga dan piala domestik di Portugal sebelum menarik perhatian klub-klub besar Eropa.
Baca Juga :
Amorim diangkat sebagai head coach Manchester United pada November 2024, menggantikan Erik ten Hag, dengan harapan membawa Setan Merah kembali ke persaingan gelar domestik dan Eropa.
Selama 14 bulan di kursi pelatih, catatan Amorim di United menunjukkan hasil yang tidak konsisten:
Ia sempat membawa United ke final UEFA Europa League 2025, namun kalah dan gagal mengamankan tiket kompetisi Eropa. Di liga domestik musim 2024/25, MU mencatatkan posisi akhir buruk (15??) pencapaian terendah klub sejak era modern dan saat ini United berada di peringkat keenam klasemen sementara musim 2025/26.
Manajemen MU menyatakan keputusan ini diambil karena performa tim yang dinilai gagal memenuhi target kompetitif klub. Rapor buruk di Liga Inggris, ketidakstabilan hasil, serta ketegangan internal antara Amorim dan manajemen, termasuk terkait kebijakan transfer dan otoritas pelatih, disebut menjadi faktor utama.
Momen pemecatan ini terjadi kurang dari 24 jam setelah konferensi pers kontroversial di mana Amorim menyatakan bahwa ia ingin menjadi “manajer, bukan sekadar coach”, yang memperlihatkan konflik pandangan antara dirinya dan pimpinan klub.
United menunjuk Darren Fletcher, mantan gelandang dan figur klub, sebagai pelatih interim. Fletcher akan memimpin tim sambil MU mencari pengganti permanen untuk mencoba membalikkan performa tim di sisa musim ini.
Baca Juga :
Meski sempat menunjukkan momen positif dan pengalaman besar di sepak bola Eropa, masa kerja Amorim di Manchester United berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Kisahnya menjadi pengingat betapa besar tekanan dan ekspektasi di klub-klub elite dunia seperti MU, di mana hasil dan harmoni internal sama pentingnya bagi keberlangsungan karier seorang pelatih.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Calista Vanis)