Jakarta: Kucing memiliki kecenderungan alami untuk menyembunyikan rasa sakit, sehingga sering kali gejala penyakit hanya terlihat melalui perubahan perilaku yang halus. Pemilik hewan peliharaan perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ciri-ciri fisik maupun kebiasaan yang tampak normal namun sebenarnya mengindikasikan gangguan kesehatan serius.
Identifikasi Perubahan Perilaku dan Energi
Perubahan perilaku merupakan indikator awal yang paling mudah dikenali jika pemilik memperhatikan aktivitas harian kucing secara saksama.
Kucing yang biasanya aktif dapat tiba-tiba menjadi pendiam, sering bersembunyi, atau justru menjadi sangat rewel dan menuntut perhatian lebih dari biasanya.
Berikut adalah beberapa ciri perilaku dan kondisi fisik kucing yang sedang sakit:
- Perubahan Sikap: Kucing menunjukkan tanda stres, berjalan pincang, atau menolak disentuh pada bagian tubuh tertentu seperti telinga.
- Penurunan Energi: Hewan terlihat lesu, lebih banyak tidur, duduk dalam posisi membungkuk, atau sering memiringkan kepala tanpa alasan jelas.
- Gangguan Pencernaan: Munculnya gejala muntah dan penurunan nafsu makan yang bisa disebabkan oleh alergi hingga kondisi serius seperti penyakit ginjal atau radang pankreas.
- Masalah Pergerakan: Kesulitan untuk melompat atau ketidakmampuan menggunakan kaki belakang yang mengindikasikan adanya masalah pada persendian.
Jika
kucing terus menerus muntah dan menolak asupan nutrisi selama beberapa hari, pemilik disarankan segera berkonsultasi dengan dokter hewan. Penanganan medis yang cepat diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti penyumbatan usus atau penyakit hati.
Deteksi Fisik dan Risiko Dehidrasi
Kondisi fisik seperti berat badan dan tingkat hidrasi juga menjadi tolok ukur krusial dalam memantau kesehatan
kucing. Penurunan berat badan yang signifikan sering kali tidak terlihat secara kasat mata pada kucing berbulu lebat, sehingga pemeriksaan manual pada area tulang rusuk sangat diperlukan.
Selain berat badan, dehidrasi menjadi risiko utama yang sering menyertai kucing saat mereka kehilangan nafsu makan atau mengalami diare:
- Uji Elastisitas Kulit: Dehidrasi dapat dideteksi dengan menarik perlahan kulit di dekat tulang belikat; jika kulit tidak segera kembali ke posisi semula, hal itu menandakan kucing kekurangan cairan.
- Gejala Klinis Lainnya: Pemilik harus peka terhadap mata yang merah atau berair, frekuensi minum yang meningkat drastis, serta adanya darah pada urine.
- Kesehatan Bulu dan Kulit: Kerontokan bulu yang tidak wajar atau kebiasaan menjilat tubuh secara berlebihan sering kali dipicu oleh rasa tidak nyaman atau demam.
Gejala seperti menangis saat buang air kecil atau diare yang berkepanjangan tidak boleh dianggap remeh karena dapat berujung pada kondisi fatal. Pemberian vitamin dan mineral tambahan mungkin diperlukan berdasarkan saran medis guna mencukupi kebutuhan nutrisi selama masa pemulihan.
Pemahaman yang mendalam mengenai tanda-tanda klinis ini diharapkan dapat menurunkan risiko keterlambatan penanganan medis pada hewan peliharaan. Kepekaan pemilik terhadap detail kecil pada pergerakan dan kebiasaan
kucing menjadi kunci utama dalam menjaga kesejahteraan hewan di lingkungan domestik.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Daffa Yazid Fadhlan)