Jakarta: Indonesia menyatakan kesiapan untuk mengirim sekitar 8.000 personel guna bergabung dalam misi stabilisasi internasional di Gaza.
Langkah ini menjadi salah satu kontribusi terbesar dalam upaya menjaga stabilitas kawasan pascakonflik, sekaligus menegaskan peran aktif Indonesia dalam misi perdamaian global.
Kehadiran personel Indonesia bukan untuk terlibat dalam operasi militer atau konflik bersenjata. Pemerintah menegaskan bahwa mandat yang diemban bersifat non-combat dan berfokus pada aspek kemanusiaan.
Bagian dari International Stabilization Force
Pasukan yang akan diikuti Indonesia merupakan bagian dari International Stabilization Force (ISF), yakni pasukan multinasional yang dibentuk berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB pada 2025. Misi ini bertujuan menjaga stabilitas Gaza setelah periode konflik, sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan aman dan terkoordinasi.
Tugas Utama Misi
Dalam kerangka ISF, personel Indonesia akan menjalankan sejumlah tugas utama, antara lain:
- Melindungi warga sipil di wilayah terdampak konflik
- Mengamankan distribusi bantuan kemanusiaan
- Memberikan pelatihan bagi aparat kepolisian Palestina yang baru
- Mendukung proses rekonstruksi infrastruktur dan layanan publik
- Langkah ini diarahkan untuk memastikan Gaza tidak kembali ke situasi ketidakstabilan.
Komitmen Non-Combat Indonesia
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia sepenuhnya berlandaskan prinsip kemanusiaan dan perdamaian. Personel yang dikirim tidak akan terlibat dalam operasi tempur maupun konfrontasi dengan kelompok bersenjata.
Mandat Indonesia mencakup perlindungan warga sipil, bantuan medis, dukungan rekonstruksi, serta pelatihan aparat keamanan sipil. Pemerintah juga menyatakan Indonesia memiliki opsi untuk menarik partisipasi apabila pelaksanaan misi tidak sejalan dengan prinsip nasional.
Peran Strategis dalam Perdamaian Kawasan
Partisipasi ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam mendukung stabilitas dan perdamaian di kawasan Timur Tengah. Selain memperkuat diplomasi kemanusiaan, langkah ini juga menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra aktif dalam upaya menjaga keamanan global.
Pada akhirnya, kehadiran Indonesia di Gaza bukan untuk bertempur, melainkan untuk membantu pemulihan, melindungi masyarakat sipil, serta memastikan nilai-nilai kemanusiaan tetap terjaga di tengah salah satu konflik paling kompleks di dunia.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Adrian Bachtiar)