Sinaran Kalbu: Niat sebagai Penentu Arah

21 February 2026 10:26

Bayangkan sebuah kapal besar yang berlayar di tengah samudera luas. Mesinnya kuat, layarnya megah, awaknya lengkap.

Namun kapal itu memiliki satu alat kecil yang sering tak dianggap karena begitu kecilnya. Itulah kompas. Kompas itu kecil, tidak bersuara, tidak mencolok. Tapi tanpanya, kapal besar bisa tersesat ribuan kilometer meskipun ia kelihatan terus bergerak dengan kekuatan yang hebat.

Apakah kompas untuk puasa? Itulah niat. Iya, niat itulah kompas kecil yang ada di hati. Ramadannya adalah sesuatu yang besar, puasanya sesuatu yang hebat, tetapi sangat tergantung dengan satu hal kecil yaitu niat. 

Karena itu ada tiga jenis niat yang harus dipahami dan dipersiapkan: niat fisikal, niat emosional, dan niat spiritual. Banyak yang menjadikan puasa hanyalah niat fisikal, yaitu untuk menurunkan berat badan supaya badannya sehat. 
 



Setelah dua hingga tiga hari timbang badan, "nih saya bisa turun berapa", akhirnya yang didapatkan hanyalah badan yang langsing, sehat, tetapi justru kehilangan niat yang lainnya. 

Niat yang kedua adalah emosional. Niat ingin ditepuk tangan, niat untuk dihargai, niat untuk dapat love, dapat like. Tetapi dua niat itu justru membuat kapal besar kita melenceng jauh dari tujuannya. 

Karena itu, puasa itu adalah untuk-Ku, kata Allah. Itulah sebabnya yang ketiga adalah spiritual. Jadi niat spiritual bukan karena fisikal. Fisikal badan sehat itu bonus. Emosional dihormati itu ada sisi lain. Tetapi yang paling utama adalah niat spiritual.


Saksikan #SinaranKalbuMetroTV bersama Ary Ginanjar Agustian dengan tema 'Niat sebagai Penentu Arah'

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)