Konsumsi Nasi atau Minuman Manis Berlebih Saat Sahur Tak Menjamin Kuat Puasa

Ilustrasi nasi. Foto: Instagram.

Konsumsi Nasi atau Minuman Manis Berlebih Saat Sahur Tak Menjamin Kuat Puasa

Nike Amelia Sari • 21 February 2026 07:09

Jakarta: Konsumsi karbohidrat dalam jumlah besar saat sahur bukan langkah yang tepat untuk menahan lapar selama berpuasa. Hal itu disampaikan oleh dokter dan ahli gizi masyarakat Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum.

Tan juga meluruskan anggapan banyak orang selama ini, bahwa memperbanyak porsi nasi (karbohidrat) atau makanan manis saat sahur bisa membuat tubuh lebih kuat menjalani puasa. Nyatanya, pola itu justru memicu rasa lapar lebih cepat.

"Yang pasti jadi gampang lapar karena cepat dicerna jadi gula darah. Tergantung juga dengan jenis karbonya,” kata Tan dikutip dari Antara, Sabtu, 21 Februari 2026.

Ahli gizi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tersebut menyampaikan, karbohidrat sederhana seperti gula pasir dan sirup cepat meningkatkan kadar gula darah. Kemudian, tubuh memproduksi insulin untuk menurunkan gula tersebut sehingga kadar gula darah bisa turun kembali dalam waktu singkat dan memicu rasa lapar.

"Jika sering terjadi dan rutin maka risiko diabetes muncul,” ujar Tan.

Tan lebih menyarankan memilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, atau jagung. Sebab, lebih lambat dicerna. 

Ilustrasi sayuran. Foto: Dok. MI.

"Jika karbo kompleks seperti nasi merah, ubi, jagung, biasanya kita tidak mungkin makan banyak-banyak," sebut Tan.

Selain itu, Tan mengingatkan penting memenuhi asupan serat yang cukup saat sahur. Serat akan membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dan menjaga gula darah tetap stabil sepanjang hari.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)