Pedagang Takjil di Medan dan Polman Raup Untung Tinggi selama Ramadan

21 February 2026 01:46

Memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah, para pedagang takjil untuk berbuka puasa mulai dibanjiri pembeli. Fenomena ini menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha kuliner musiman yang mengantongi keuntungan meroket dibandingkan hari-hari biasanya.

Di Kota Medan, Sumatra Utara, sejumlah titik perdagangan takjil diserbu oleh warga dari berbagai kalangan. Mulai dari anak muda hingga orang tua tampak antusias mengantre dan berkeliling demi mendapatkan takjil yang diinginkan.

Beberapa menu yang menjadi primadona di Medan meliputi kue basah hingga berbagai camilan yang dikemas secara modern. Namun, aneka gorengan tetap menjadi salah satu menu yang paling diminati. Para pembeli bahkan rela mengantre panjang karena menu-menu tersebut dianggap cocok untuk berbuka puasa.
 

Baca juga: 98 Persen UMKM di Aceh Tamiang Mulai Aktif Usai Bencana

Keriuhan serupa juga terlihat di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Pasar takjil di wilayah ini sudah mulai ramai dikunjungi warga sejak pukul 14.00 WITA hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Pembeli di Polewali Mandar lebih banyak memburu menu-menu tradisional dan minuman segar, seperti pisang ijo, es cendol dan kue tradisional khas Mandar.

Harga yang ditawarkan para pedagang di Polewali Mandar pun relatif terjangkau, berkisar antara Rp1.000 hingga Rp2.000 per biji, tergantung jenis kuenya.

Tingginya minat masyarakat untuk membeli takjil di pasar didorong oleh faktor kepraktisan. Mukhlis, salah satu konsumen, mengaku lebih memilih berbelanja takjil di pasar daripada membuat sendiri di rumah, karena selain praktis, menunya juga lebih lengkap.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)