Prestasi membanggakan ditorehkan oleh para lulusan Universitas Ary Ginanjar (UAG). Sebanyak 62,5 persen lulusan UAG tercatat telah diterima bekerja bahkan sebelum prosesi wisuda dilangsungkan.
Capaian gemilang tersebut terungkap dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-10 UAG sekaligus peresmian pembukaan tahun akademik baru di Jakarta. Selain itu, sebanyak 23,8 persen lulusan UAG berhasil membangun usaha mandiri, sementara sisanya melanjutkan langkah melalui perolehan beasiswa pengembangan talenta.
Dalam perhelatan kali ini, UAG secara resmi mengukuhkan 50 lulusan sarjana dengan 18 orang di antaranya berhasil meraih predikat dengan pujian (cum laude).
Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi dunia pendidikan tinggi dengan program kesejahteraan sosial.
"Yang kami dirikan adalah sesuatu yang istimewa di mana Sekolah Rakyat bekerja sama dengan Pak Ary Ginanjar bisa membimbing anak-anak kita berdasarkan talent, berdasarkan kekuatan yang dimiliki oleh setiap siswa, sehingga ini menjadi modal bagi guru untuk membimbing, mendampingi agar kekuatan itu tumbuh dan kemudian bisa mengantarkan siswa-siswa Sekolah Rakyat meraih cita-citanya," ungkap Saifullah Yusuf dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Kamis 10 September 2026.
Sebagai wujud kepedulian sosial, UAG juga menyerahkan beasiswa Sekolah Rakyat serta menyambut kehadiran 112 mahasiswa baru untuk tahun akademik ini. Salah satu kisah inspiratif datang dari seorang mahasiswi penerima beasiswa yang merupakan anak seorang penjaga makam dan sempat putus sekolah. Berkat jalur tes berbasis talenta dan beasiswa penuh UAG, ia kini dapat melanjutkan impiannya mengenyam pendidikan tinggi.
Ketua Pembina UAG, Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian, menegaskan bahwa serapan tinggi lulusan di dunia industri membuktikan pentingnya kombinasi kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
"Ini membuktikan bahwa industri bukan hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tapi mereka juga membutuhkan para lulusan yang memiliki kecerdasan emosional yaitu ketangguhan mental dan juga kemampuan memimpin bersosialisasi, dan yang ketiga itu dia memiliki kecerdasan spiritualitas sehingga mereka memiliki kejelasan tujuan. Mengapa mereka diterima? Itu akibat dari mereka yang mampu, bukan hanya punya IQ tapi punya EQ dan punya SQ," jelas Ary Ginanjar.
Ia menambahkan, UAG berkomitmen penuh mendukung program pemerintah, termasuk menyukseskan program Sekolah Rakyat dan menyongsong kebijakan wajib halal yang berlaku pada Oktober 2026. Guna merespons kebutuhan industri halal, UAG turut mengembangkan Center of Excellence Halal Supply Chain Engineering yang bekerja sama secara strategis dengan ESQ Halal Hub.
Dalam kesempatan yang sama, UAG juga memastikan penyerapan kerja nyata bagi talenta berprestasi, di antaranya dengan menyambut tujuh anak dari Sekolah Rakyat yang nantinya langsung disiapkan untuk berkarier di jajaran perusahaan ESQ Corps selepas lulus kuliah.