18 March 2026 00:00
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengkaji opsi penerapan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Langkah strategis ini dipertimbangkan secara serius untuk menekan tingkat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) masyarakat.
Wacana ini mencuat sebagai bentuk mitigasi pemerintah merespons kekacauan global yang dipicu oleh agresi militer Amerika Serikat ke Iran. Penerapan kembali WFH maupun Work From Anywhere (WFA) dinilai dapat menjadi solusi darurat jangka pendek yang efektif.
Skema pembatasan mobilitas ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor BBM di tengah ancaman fluktuasi harga minyak dunia. Bahlil menekankan bahwa langkah penghematan energi sangat krusial saat ini demi menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Sekarang ada beberapa langkah-langkah yang akan dilakukan tapi sedang dikaji, lagi dikaji tentang apakah kita butuhkan WFH," ungkap Bahlil.
"Tetapi menurut saya, semua kemungkinan itu bisa terjadi. Yang penting adalah penghematan terhadap BBM itu juga penting, di samping memang kita menghemat impor itu juga menghemat pengeluaran bagi seluruh masyarakat," tambahnya.