Jakarta: Proses pemulihan pascabencana di Aceh terus menunjukkan perkembangan signifikan. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) mencatat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana telah mencapai lebih dari 91 persen.
Pemerintah melalui Satgas PRR melaporkan bahwa pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Aceh berjalan dengan progres yang positif. Sejumlah sektor penting, seperti infrastruktur, layanan pemerintahan, kesehatan, hingga pendidikan, mulai kembali berfungsi secara normal.
Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, menyebut capaian tersebut menjadi indikator bahwa proses penanganan darurat telah berjalan efektif dan kini memasuki tahap transisi menuju pemulihan yang lebih menyeluruh.
“Setelah empat bulan proses rehabilitasi dan recovery, berdasarkan penilaian Dewan Pengarah, masa penanganan darurat dan transisi berjalan dengan baik dan lancar. Banyak progres yang kita capai, baik dari indikator pemerintahan, akses publik, pendidikan, sosial, hingga hunian,” ujar Safrizal, Kamis, 9 April 2026.
Ia menjelaskan, pembangunan
hunian sementara telah hampir rampung, sementara pembangunan hunian tetap masih dalam tahap pengerjaan dan sebagian lainnya berada pada fase perencanaan.
Meski demikian, Safrizal menegaskan bahwa proses pemulihan belum sepenuhnya selesai. Saat ini, pemerintah masih berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sebagai bagian dari pemulihan darurat.
“Pekerjaan belum selesai dan belum berhenti. Ini masih tahap transisi. Pemulihan yang dilakukan saat ini bertujuan agar akses, jaminan hidup, dan layanan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi,” lanjutnya.
Pemerintah juga menegaskan bahwa Aceh kini memasuki fase transisi dari tanggap darurat menuju stabilisasi. Tahap selanjutnya akan difokuskan pada penyusunan rencana jangka panjang sebagai dasar pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen.
Dengan capaian ini, diharapkan proses pemulihan di Aceh dapat terus berjalan optimal hingga seluruh kebutuhan masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi secara menyeluruh.