Kedutaan Besar (Kedubes) Rwanda di Indonesia memperingati 32 tahun genosida terhadap Tutsi atau Kwibuka 32. Peringatan ini menjadi momen penting untuk menghormati para korban sekaligus merenungkan transformasi Rwanda melalui semangat persatuan.
Dengan mengusung tema "Remember, Unite, Renew", peringatan Kwibuka 32 yang digelar oleh Kedutaan Besar Rwanda di Indonesia ini berfokus pada warisan kekuatan dan ketahanan bangsa. Acara ini diawali dengan prosesi penyalaan lilin sebagai simbol harapan dan penghormatan bagi para korban yang gugur tiga dekade silam.
Selain dihadiri oleh beberapa duta besar negara sahabat, acara ini juga turut dihadiri oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Peringatan ini menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam memahami sejarah serta mencegah terulangnya ideologi genosida di masa depan.
Melalui kerja sama internasional, Rwanda mengajak dunia untuk bersatu melawan penyangkalan
genosida dan terus membangun nilai-nilai kemanusiaan bersama.
“Karena jika kita harus menyelesaikan pekerjaan rekonsiliasi untuk melawan ideologi genosida selamanya, maka kita perlu bersatu. Mereka yang melakukan genosida dan kembali ke masyarakat dan mereka yang menjadi korban sekarang mereka perlu bersatu dan bekerja sama. Kita tidak menerima untuk terjebak pada
sejarah terutama pada sejarah yang gelap, tapi kita ingin melangkah maju.” kata Dubes Rwanda Untuk Indonesia, H.E. Sheikh Abdul Karim Harelimana, dikutip dari tayangan
Metro Pagi Primetime, Metro TV, Rabu, 8 April 2026.