Olah TKP Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki, Polisi Temukan Kejanggalan Ini

8 May 2026 16:03

Polisi menggelar olah TKP lanjutan peristiwa kecelakaan maut bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan truk pengangkut BBM yang terjadi di Jalan Lintas Sumatra Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan

Dirlantas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Maesa Soegriwo, mengonfirmasi temuan adanya sejumlah lubang di sekitar lokasi kejadian dengan kedalaman kurang lebih 2 centimeter. Namun polisi mencatat sebuah kejanggalan di mana tidak ditemukan adanya bekas rem, baik dari bus maupun truk tangki di lokasi kejadian.

"Dan kita bisa lihat dari kemarin sampai sekarang saya belum melihat serpihan ataupun bekas-bekas rem. Bekas-bekas rem dari bus maupun dari truk tangki tersebut," ucapnya dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Jum'at 8 Mei 2026.  

Ia menyebut lubang di sekitar lokasi bisa menjadi penyebab kecelakaan. Namun untuk memastikannya, pihaknya akan memeriksa kecepatan kedua kendaraan. 

"Memang kita temukan di mana, di jalan-jalan sekitar TKP dari 30 meter, 50 meter, bahkan 100 meter ada lubang-lubang ya. Di lubang di tengah, lubang di pinggir, sebelah kiri, di kanan. Namun yang jelas, karena kita harus menguatkan, barangkali nanti kita bisa melihat speed-nya kecepatan dari bus ataupun truk," ujar Maesa. 

Pihaknya juga menghadirkan saksi kunci yang berhasil selamat dari insiden tersebut, yakni kernet bus M. Fadli. Menurut keterangan Fadli, kecelakaan maut terjadi akibat sopir bus berupaya menghindari jalan berlubang, kemudian masuk ke jalur yang berlawanan



"Emang mau menghindari lubang," ujar Fadli. 

Akibat perpindahan jalur itu, bus menabrak truk tangki yang berada di depannya. Fadli menceritakan bagaimana bus melaju kencang sebelum benturan keras terjadi yang seketika memicu berkobarnya api.

Dalam kondisi panik, Fadli sempat mencari ponselnya sebelum akhirnya memutuskan untuk segera melompat keluar demi menyelamatkan diri.

"Pas hantam itu langsung hidup api, saya cuma cari handphone kan. Rupanya ponsel itu di kantong saya. Ya udah nggak apa-apa ponsel di kantong saya lompat. Udah itu udah api, udah nyala," katanya. 

Menurutnya, hampir tidak terdengar suara teriakan dari para penumpang saat kecelakaan terjadi. Hal ini dikarenakan sebagian besar penumpang tengah terlelap tidur atau sedang asyik bermain ponsel, sehingga mereka tidak sempat menyadari bahaya yang datang begitu cepat.

Penyelidikan kini diperdalam dengan melibatkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) untuk menganalisis kecepatan kendaraan saat benturan terjadi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)