Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. (Metro TV/ Jian Piere Papin)
Tiga Korban Selamat Kecelakaan Bus ALS di Muratara Dirujuk ke RS Bhayangkara Palembang
Jian Piere Papin • 8 May 2026 13:45
Muratara: Tiga korban selamat kecelakaan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dengan truk tangki di Jalan Lintas Tengah Sumatra, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, akan dipindahkan dari RSUD Rupit ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.
Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Polda Sumsel Kombes Pol dr Budi Santoso mengatakan pemindahan dilakukan agar proses pemulihan korban yang mengalami luka bakar serius dapat ditangani lebih maksimal.
"Alasannya karena pasien memerlukan perawatan dan pengobatan yang lebih lanjut," katanya di Muratara, Jumat, 8 Mei 2026.
Ketiga korban tersebut masing-masing bernama M Fahrul Hubaidi asal Tegal, serta Jumiatun dan Ngadiono yang merupakan warga Pati, Jawa Tengah. Untuk korban bernama Ngadiono, petugas berencana melakukan evakuasi menggunakan helikopter milik Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumsel.
Sementara itu, dua korban lainnya akan dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara melalui jalur darat menggunakan mobil ambulans. Pihak rumah sakit menyebut pemindahan dilakukan karena fasilitas dan perlengkapan medis di rumah sakit tersebut lebih lengkap sehingga penanganan korban luka bakar 50 hingga 70 persen bisa lebih optimal.
"Insyaallah Rumah Sakit Bhayangkara sanggup untuk menjadi rumah sakit rujukan karena pada kasus-kasus luka bakar yang kita takutkan adalah pasca-tindakan atau pasca-kejadian itu akan menimbulkan risiko inpeksi. Jika dibiarkan berlanjut bisa mengakibatkan hal-hal yang lebih fatal," jelas Budi.
Sedangkan satu korban selamat lainnya bernama M Fadli yang merupakan kernet bus ALS dan mengalami luka ringan masih menjalani perawatan di RSUD Rupit. Ia juga masih diperiksa oleh Satlantas Polres Muratara dan Subdit Gakkum Ditlantas Polda Sumsel untuk dimintai keterangan terkait kecelakaan tersebut.

Bus ASL dan Truk Tangki BBM saat terbakar, Rabu, 6 Mei 2026. (ANTARA/HO/Ist)
Sebelumnya, kecelakaan tragis tersebut mengakibatkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban terdiri atas 14 penumpang bus ALS serta sopir dan kenek mobil tangki.
Berdasarkan data awal yang dihimpun BPBD di lapangan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.39 WIB. Peristiwa bermula saat bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru.
Saat melintasi wilayah Kecamatan Karang Jaya, muncul percikan api dari bagian bus. Sopir bus ALS kemudian mencoba mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan untuk menghindari risiko lebih besar.
Namun, secara bersamaan dari arah berlawanan (Utara/Rupit), sebuah mobil tangki melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tabrakan hebat tidak dapat terhindarkan.