Fakta-Fakta Kecelakaan Bus ALS di Muratara yang Menewaskan 16 Orang

Kecelakaan bus ALS di Muratara. Foto: Antara/BPBD Muratara

Fakta-Fakta Kecelakaan Bus ALS di Muratara yang Menewaskan 16 Orang

Putri Purnama Sari • 8 May 2026 11:17

Jakarta: Kecelakaan maut melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki BBM terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, Rabu, 6 Mei 2026. Insiden tragis tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka.


Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena bus dan truk tangki sama-sama terbakar hebat usai tabrakan. Berikut rangkuman fakta-fakta kecelakaan Bus ALS yang dihimpun dari berbagai sumber.

Fakta-Fakta Kecelakaan Bus ALS

1. Kronologi Kecelakaan Bus ALS

Bus ALS diketahui melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi. Saat melintas di Jalinsum wilayah Karang Jaya, bus diduga mengambil jalur kanan untuk menghindari jalan berlubang.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk tangki BBM milik PT Seleraya. Karena jarak kedua kendaraan terlalu dekat, tabrakan adu banteng tidak dapat dihindari. Benturan keras memicu percikan api yang langsung membakar kedua kendaraan hingga hangus.

2. Korban Tewas Capai 16 Orang

Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Korban terdiri dari:
  • 14 penumpang bus ALS
  • Sopir truk tangki
  • Kernet truk tangki
Sebagian besar korban meninggal akibat terjebak di dalam bus yang terbakar hebat setelah kecelakaan terjadi. Hingga Kamis sore, 7 Mei 2026, baru sepuluh korban jiwa teridentifikasi. Kondisi luka bakar serius mempersulit proses identifikasi korban.
 
3. Dua Unit Sepeda Motor Ikut Terbakar

Selain kendaraan besar, polisi mengungkap ada dua unit sepeda motor yang ikut hangus terbakar di lokasi kejadian. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai keterlibatan motor tersebut dalam kecelakaan.

4. Bus Sempat Mengalami Kerusakan Mesin


Bus ASL dan Truk Tangki BBM saat terbakar, Rabu (6/5/2026). (ANTARA/HO/Ist)

Salah satu penumpang selamat mengungkapkan bahwa bus ALS sempat mengalami kendala mesin dan radiator panas sebelum kecelakaan terjadi.

Kendala tersebut sempat diperbaiki oleh sopir dan kenek bus sehingga perjalanan tetap dilanjutkan menuju wilayah Muratara. Bus bahkan beberapa kali berhenti di perjalanan untuk dilakukan perbaikan sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan kembali.

5. Bus Berusia 24 Tahun

Humas ALS, Alwi Matondang mengatakan meskipun berusia 24 tahun, bus tersebut masih sangat terawat. Ia juga mengatakan sebelum diberangkatkan untuk beroperasi bus selalu diperiksa terlebih dahulu.

Tak hanya itu, ia menjelaskan bahwa bus yang mengalami kecelakaan merupakan bus cadangan yang biasanya digunakan apabila bus lain mengalami kendala. Meski demikian, bus itu masih masuk kategori layak jalan.
  6. Proses Evakuasi Berlangsung Dramatis

Petugas gabungan dari kepolisian, pemadam kebakaran, dan tim SAR mengalami kesulitan saat proses evakuasi karena kondisi kendaraan yang hangus terbakar. Api yang besar membuat sejumlah korban sulit dievakuasi dengan cepat. Beberapa korban ditemukan dalam kondisi terjebak di badan bus.

7. Polisi Masih Selidiki Penyebab Pasti

Hingga saat ini, polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan maut tersebut. Olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi terus dilakukan guna memastikan faktor utama penyebab kecelakaan.

Selain faktor human error, kondisi jalan dan kelayakan kendaraan juga menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)