Armada Flotilla Dibayangi Pantauan Drone dan Pesawat Tak Dikenal

5 May 2026 21:13

Perjuangan warga sipil dunia untuk menembus blokade ilegal Zionis Israel di Jalur Gaza memasuki fase krusial. Di tengah persiapan besar di Turki, armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla melaporkan adanya serangkaian ancaman intersepsi dan pengawasan ketat saat berlayar dari Siracusa, Italia, menuju perairan Yunani.

Empat kapal koalisi, yakni Kapal Adalah, Lina, Perseverance, dan Tenaz, melaporkan pergerakan mereka dipantau secara intensif sejak Minggu malam, 3 Mei 2026. Insiden dimulai dengan kemunculan helikopter yang berputar di atas armada pada pukul 19.27 waktu setempat, disusul penampakan tiga unit drone dan satu kapal misterius tanpa lampu pada pukul 21.53.

Pengawasan Udara dan Laut di Perairan Internasional

Berdasarkan data Marine Traffic, sebuah pesawat militer Lockheed Martin milik Amerika Serikat terdeteksi terbang tepat di atas armada flotilla. Selain pengawasan udara, para aktivis juga melaporkan adanya kapal dengan lampu putih yang terus membuntuti mereka dari belakang saat berada di posisi 95 mil laut dari perairan Yunani.

Meski dibayangi intimidasi, hingga saat ini dilaporkan tidak ada tindakan intersepsi langsung, pembajakan, maupun penculikan terhadap puluhan aktivis di atas keempat kapal tersebut. Saat ini, armada Freedom Flotilla terpantau berada pada jarak sekitar 750 nautical miles menuju Gaza dan dijadwalkan segera bergabung dengan kelompok kapal lainnya yang masih bertahan di Yunani.
 

Baca juga:
Kesaksian Aktivis yang Diculik Israel: Kami Dipaksa Berlutut di Bawah Todongan Senjata

Kesiapan Delegasi Indonesia dan Perbaikan Kapal di Turki

Jurnalis Metro TV, Andre Septian, melaporkan langsung dari pelabuhan Albatros Marmaris, Turki, mengenai kesiapan lebih dari 100 aktivis internasional, termasuk enam delegasi asal Indonesia. Para relawan telah menyelesaikan pelatihan dasar dan kini tengah menunggu instruksi keberangkatan selanjutnya.

Di pelabuhan tersebut, lebih dari sepuluh kapal sedang menjalani pengecekan akhir terkait perlengkapan keselamatan dan logistik. Salah satu armada utama, Family Boat yang sempat mengalami kerusakan akibat pengeboman tahun lalu, kini tengah mendapatkan perbaikan intensif agar siap kembali memimpin misi pendobrakan blokade.

Kapal-kapal yang bersandar di Turki kini mulai melakukan proses pemuatan bantuan kemanusiaan yang mencakup bahan makanan, minuman, pakaian, obat-obatan, hingga peralatan medis. Simbol-simbol perlawanan dan bendera Palestina tampak memenuhi badan kapal sebagai bentuk solidaritas warga dunia.

Menurut informasi dari Steering Committee Global Sumud Flotilla, Tuan Nazir, armada yang berada di Yunani dijadwalkan kembali berlayar pada 6 Mei mendatang. Sementara itu, seluruh partisipan yang berada di Turki diproyeksikan akan memulai pelayaran mereka dalam jangka waktu beberapa hari ke depan atau minggu depan untuk bergabung dalam satu komando menuju pesisir Gaza.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)