Direktur Kemenkeu: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Husen Miftahudin • 12 February 2026 12:18

Jakarta: Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan dan Pembiayaan Lainnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Adi Budiarso yakin Indonesia akan merebut takhta sebagai pusat ekonomi syariah dunia.

Saat ini, Indonesia dalam hal pengembangan 
ekonomi syariah, masih berada di posisi ketiga dunia. Posisi pertama dipegang Malaysia, Arab Saudi membuntuti dengan duduk di peringkat kedua dunia.

Keyakinan Adi ditopang oleh potensi pengembangan ekonomi syariah Indonesia yang masih sangat besar. Ini terlihat dari jomplangnya tingkat literasi dan inklusi.
 



"Literasinya lebih tinggi dari inklusinya, artinya potensi syariah ini masih besar. Literasinya sudah ada, tapi inklusinya belum," ungkap Adi dalam Metro TV Sharia Economic Forum 2026 di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Februari 2026.

Diakui Adi, tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah Indonesia masih belum bisa bersaing secara global, bahkan pada tingkat top 5 ASEAN.

"Di level ASEAN 5, kita masih tertinggal. Angka terakhir inklusi (konvensional) baru 85 persen. Sementara untuk syariah inklusinya hampir di bawah 20 persen," papar dia.

Adapun, tingkat inklusi perbankan konvensional Indonesia sudah menyentuh sekitar 80 persen. Sementara, inklusi perbankan syariah Indonesia berada di level 13 persen.


Dari sisi literasi, keuangan syariah Indonesia masih nongkrong di level 43 persen. Sementara indeks literasi keuangan konvensional Indonesia pada data 2024 sudah menyentuh angka 66,46 persen.

"Salah satu mempercepat inklusi adalah dengan mendorong untuk akses (ekonomi dan keuangan syariah) yang lebih mudah. Salah satunya melalui digitalisai dan campaign seperti Forum Metro TV hari ini," ucap Adi.

Karena itu, mimpi mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia sebaga visi besar, harus direbut dengan berkolaborasi mendorong literasi dan inklusi. Termasuk harus berani membangun kredible outcome yang ditargetkan secara bertahap.


"Kami di Kemenkeu, OJK, BI, dan LPS, kita berkomitmen untuk mendoong ini secara bersama-sama. Jadi optimis, kita harus bekerja keras merebut peluang yang luar biasa besar ini untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia," tegas Adi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)