Partai NasDem Gelar FGD Pertumbuhan Ekonomi Bersama Akademisi dan Pemerintah

11 February 2026 14:58

Fraksi Partai NasDem DPR RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama para akadenisi dan pemerintah, membahas strategi pertumbuhan ekonomi nasional. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fraksi NasDem, Fauzi Amro mengatakan, terdapat dua sektor penting yang dapat dioptimalkan dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi, yakni sektor pertanian dan industri.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fraksi NasDem, Fauzi Amro mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berada di angka 5,1 persen. Tantangan ke depan adalah mengakselerasi pertumbuhan untuk mencapai target Presiden Prabowo Subianto, sebesar delapan persen dalam beberapa tahun mendatang. 

Namun ia menyebut, sejumlah sektor unggulan dinilai belum berjalan optimal. Sektor industri pengolahan atau manufaktur dalam tiga tahun terakhir tumbuh di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, hanya tumbuh di kisaran 2,4 persen. 

"Kalau dua pondasi ini menjadi perhatian serius, intervensi pemerintah juga ada, kami yakin pertumbuhan angka delapan persen itu akan tinggi, baseline kita itu akan naik ke depan, tapi tidak juga mengganggu program prioritas." kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fraksi NasDem, Fauzi Amro, dikutip dari tayangan Metro Pagi Primetime, Metro TV, Rabu, 11 Februari 2026.
 

Baca juga: Fraksi NasDem Dorong Daya Kritis Mahasiswa di Tengah Tsunami Informasi


Sementara itu, Pakar Pertanian Universitas IPB Ernan Rustiadi, membenarkan sektor pertanian masih tumbuh di bawah potensi optimal. Padahal sektor ini menyerap hampir 30 persen tenaga kerja nasional, dan berkontribusi sekitar 12-13 persen terhadap produk domestik bruto.

"Kita punya gap yang lebar antara perkembangan inovasi teknologi yang ada di tempat-tempat teknologi dihasilkan, apakah di perguruan tinggi, di lembaga penelitian, di badan usaha, dengan di lapangan di petani. Adopsi teknologi, inovasi itu kalau boleh kami katakan relatif sangat lambat, sehingga petani-petani kita produktivitasnya rendah." ucap Pakar Pertanian Universitas IPB Ernan Rustiadi.

Sedangkan dari sektor industri, Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza menegaskan, saat ini Indonesia tidak mengalami deindustrialisasi, melainkan pergeseran atau reindustrialisasi. Mengenai ekspor, ia menilai pertumbuhan masih konservatif karena selama ini Indonesia banyak bergantung pada pasar tradisional.

"Yang terjadi di Indonesia bukan deindustrialisasi, mungkin adalah shifting industri atau reindustrialisasi." tegas Faisol Riza.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)