Pramono Anung Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan dan Penyekapan

30 June 2026 11:10

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk tindak kekerasan maupun penyekapan yang terjadi di wilayah ibu kota. Pramono meminta aparat penegak hukum bersama pemerintah provinsi DKI Jakarta mengambil langkah tegas atas kasus penyekapan tiga pekerja di Jakarta Pusat.

“Jadi kalau bagi siapapun melakukan tindak kekerasan maupun penyekapan maka saya minta untuk aparat penegak hukum termasuk pemerintah DKI Jakarta mengambil langkah tegas terhadap hal itu nggak boleh terjadi.” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dikutip dari tayangan Metro Pagi Primetime, Metro TV, Selasa, 30 Juni 2026.
 

Baca juga: Polda Metro Jaya Supervisi Kasus Penyekapan di Jakpus


Sebelumnya, Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan tujuh orang sebagai tersangka kasus penyekapan terhadap tiga orang karyawan percetakan di kawasan Kalibaru, Senen, Jakarta Pusat. Berdasarkan penyelidikan awal ketiga korban mengalami penyekapan hingga tindakan penganiayaan selama 21 hari setelah dituduh melakukan pencurian plat besi.

Dari tujuh orang tersangka satu di antaranya merupakan pemilik percetakan Mau Print berinisial MML yang merupakan otak dari aksi penyekapan tersebut. Dalam kasus ini polisi turut menyita barang bukti yang diduga digunakan untuk menyekap para korban berupa satu rantai besi warna silver sepanjang 1 meter, satu sling kabel baja, tiga gembok cakram beserta kunci, tiga alat pengikat kaki berbahan besi yang dilapisi karet ban beserta penguncinya hingga uang tunai senilai Rp55 juta.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X