Kepolisian Daerah (Polda) Riau berhasil membongkar praktik industri pengolahan arang bakau ilegal di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Dalam operasi tersebut, petugas menyita sebanyak 140 ton arang bakau yang siap diedarkan secara gelap.
Aktivitas perambahan hutan mangrove ini diduga telah berlangsung selama empat tahun. Praktik eksploitasi tersebut berdampak fatal karena memicu terjadinya abrasi di pesisir pantai Pulau Rupat yang berbatasan langsung dengan perairan negara tetangga, Malaysia.
Berdasarkan hasil penyelidikan, komplotan ini mengolah kayu bakau menjadi arang untuk kemudian diselundupkan ke kawasan Batu Pahat, Malaysia, guna memenuhi permintaan pasar rumah tangga.
Selain menyita 140 ton arang bakau, polisi juga mengamankan satu unit kapal motor yang diduga kuat digunakan sebagai armada penyelundupan. Dua orang tersangka turut diringkus di lokasi kejadian, yakni masing-masing berperan sebagai nakhoda kapal dan pemilik dapur pengolahan arang.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, yang meninjau langsung lokasi tempat kejadian perkara (TKP), langsung menginstruksikan penutupan total seluruh aktivitas bisnis ilegal tersebut. Sebagai langkah awal pemulihan ekosistem, Kapolda memimpin aksi penanaman bibit bakau di sekitar lokasi pabrik guna merestorasi kawasan pesisir yang telah rusak.
"Nah, salah satu upaya kita untuk melakukan mitigasi adalah bagaimana kita selalu memberikan kebaikan kepada alam. Kita terus menanam pohon, menjaga mangrove, menjaga lingkungan kita," ujar Herry dikutip dari
Headline News, Metro TV, Kamis 24 September 2026.
Ke depan, aparat kepolisian juga telah merancang inisiatif pelestarian lingkungan berskala besar yang akan menggandeng unsur TNI.
"Insyaallah Polda Riau dengan Kodam I/Bukit Barisan beberapa waktu ke depan akan melaksanakan satu kegiatan namanya kegiatan CERAH, yakni Cegah, Rawat, dan Hijaukan, sebagai upaya untuk melakukan restorasi menanam satu juta pohon. Saya harapkan teman-teman media berkolaborasi mendukung kegiatan ini agar kita bisa memberikan keadilan bukan saja kepada sesama kita, tetapi kepada alam dan lingkungan," lanjutnya.