Apa yang Terjadi pada Tubuh Setelah 12 Jam Tidak Makan? Ini Penjelasan Ilmiahnya-Tips Kesehatan

19 February 2026 10:52

Jakarta: Puasa selama 12 jam sering dianggap membuat tubuh lemas dan kekurangan energi. Namun secara ilmiah, ada serangkaian proses metabolik yang justru sedang bekerja di dalam tubuh selama periode tersebut.

Pada 4–6 jam pertama setelah makan, tubuh masih menggunakan glukosa dari aliran darah sebagai sumber energi utama. Glukosa ini berasal dari makanan terakhir yang dikonsumsi.

Memasuki 8–12 jam, kadar gula darah mulai menurun. Pada fase ini, tubuh beralih menggunakan cadangan glikogen yang tersimpan di hati dan otot untuk mempertahankan suplai energi.
 



Setelah sekitar 12 jam, cadangan glikogen mulai menipis. Tubuh kemudian secara bertahap beralih ke pembakaran lemak sebagai sumber energi alternatif. Proses ini dikenal sebagai metabolic switching, yaitu perubahan sumber energi dari karbohidrat ke lemak.
Penurunan kadar hormon insulin juga terjadi selama periode puasa. Kondisi insulin yang lebih rendah membantu tubuh lebih efisien memanfaatkan lemak sebagai bahan bakar.

Puasa Dapat Memicu Proses Adaptasi Metabolik

Beberapa penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah seperti The New England Journal of Medicine menjelaskan bahwa puasa dalam durasi tertentu dapat memicu proses adaptasi metabolik, termasuk aktivasi mekanisme perbaikan sel. Namun, proses perbaikan sel yang lebih optimal umumnya terjadi pada durasi puasa yang lebih panjang dari 12 jam.

Meski demikian, respons setiap orang bisa berbeda-beda. Faktor seperti kondisi kesehatan, tingkat aktivitas, kualitas tidur, dan pola makan sebelumnya sangat memengaruhi bagaimana tubuh beradaptasi.

Ahli kesehatan mengingatkan bahwa jika muncul gejala seperti pusing berlebihan, lemas ekstrem, atau gangguan konsentrasi, puasa sebaiknya dievaluasi dan disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
 

Dengan kata lain, 12 jam tanpa makan bukan hanya soal menahan lapar. Ada proses biologis kompleks yang membantu tubuh beradaptasi dan mengatur ulang penggunaan energi.

Yang terpenting, puasa perlu dilakukan secara sehat memastikan asupan cairan cukup pada waktunya serta tetap memperhatikan sinyal tubuh.

Karena bahkan saat kita tidak makan, tubuh tetap bekerja menjaga keseimbangan di dalamnya.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Calista Vanis)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)