24 September 2026 10:52
Solok: Alat berat mulai dikerahkan untuk membersihkan material lumpur, batu, dan kayu yang menutup 12 kantor organisasi perangkat daerah (OPD) di kompleks pemerintahan Kabupaten Solok, Sumatra Barat, pada hari ketiga setelah banjir bandang dan tanah longsor.
“Hingga saat ini, proses pengerukan, penyedotan, dan pembersihan jalan baru saja dimulai. Terlihat salah satu alat berat sudah memasuki area perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok. Fokus yang dilakukan pada hari ini adalah untuk mengalihkan aliran sungai yang sebelumnya ini berada sekitar berjarak 100 hingga 200 meter dari lokasi kami mengabarkan, namun hingga saat ini aliran sungai ini sudah memasuki ke kantor pemerintahan dari Kabupaten Solok,” kata Jurnalis Metro TV Nadia Soraya dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis 24 September 2026.
Nadia menyebut sebanyak 12 unit kantor pemerintahan terdampak dan mengalami kerusakan parah. Ketinggian lumpur di setiap bangunan bahkan mencapai dua hingga tiga meter.
“Kalau kita melihat hingga saat ini dari 12 unit kantor pemerintahan yang terdampak di dalamnya dan rusak parah bahkan untuk ketinggian dari lumpur ini bisa mencapai dua hingga tiga meter di setiap bangunannya,” ujarnya.
Material batu berukuran besar, lumpur, dan pohon yang memadati kawasan menjadi kendala dalam proses pembersihan. Upaya pengalihan aliran sungai yang dilakukan sehari sebelumnya belum berhasil dan akan kembali dilanjutkan.
“Memang dikatakan untuk yang menjadi kendala adalah batu-batu yang begitu besar dan juga material seperti lumpur dan juga pohon-pohon yang memadati area 12 kantor pemerintahan ini,” kata Nadia.
Di tengah proses penanganan, satu warga berinisial A berusia 54 tahun masih dinyatakan hilang. Pencarian sebelumnya telah dilakukan hingga radius sekitar delapan kilometer dari lokasi peliputan.
“Rencananya pada hari ini untuk proses ataupun fokus pencarian akan dilakukan di tumpukan lumpur yang ada di belakang kami ataupun persis di sebelah dari kantor bupati dan juga kantor wakil DPRD Kabupaten Solok,” ujar Nadia.
Polisi memperkirakan korban masih berada tidak jauh dari lokasi awal dinyatakan hilang.
“Disampaikan oleh Polres Solok memang kemungkinan untuk dari satu orang warga yang hingga saat ini masih hilang, yakni berinisial A dan berusia 54 tahun, hingga saat ini kemungkinan tidak akan jauh dari tempat ia hilang pertama,” katanya.
Sebelumnya, satu warga berhasil ditemukan di Sungai Batang Barus yang berjarak sekitar empat hingga delapan kilometer dari lokasi peliputan. Korban ditemukan setelah terseret derasnya aliran sungai.
“Sementara untuk satu orang yang belum ditemukan nantinya akan coba dilakukan penyisiran dari bawah menuju atas sungai hingga mencapai ke titik yang berada di area kami saat ini,” kata Nadia.
Sementara itu, para pengungsi masih tersebar di tiga lokasi, yakni rumah dinas wakil bupati, rumah dinas bupati, dan Balai Pemuda. Sebanyak 39 jiwa berada di rumah dinas wakil bupati.
Hingga kini belum diketahui apakah warga yang rumahnya hilang atau mengalami kerusakan berat akan direlokasi atau mendapat hunian sementara. Pemerintah Kabupaten Solok masih meminta warga bertahan di rumah dinas bupati dan wakil bupati hingga waktu yang belum ditentukan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto juga dijadwalkan meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak, termasuk kompleks 12 kantor pemerintahan Kabupaten Solok.