8 January 2026 02:38
Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur menjatuhkan hukuman berat kepada pemain klub PS Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar. Hilmi resmi dilarang beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup setelah terbukti melakukan aksi kekerasan brutal terhadap pemain lawan dalam pertandingan Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur.
Peristiwa tersebut terjadi dalam laga babak 32 besar antara PS Putra Jaya melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan pada Senin, 5 Januari 2026. Hilmi terbukti menendang pemain Perseta 1970,Firman Nugraha Ardhiansyah, yang menyebabkan korban mengalami retak tulang rusuk dan harus mendapatkan perawatan medis serius.
Ketua Komdis PSSI Jawa Timur menyatakan bahwa tindakan Hilmi dikategorikan sebagai pelanggaran berat. Merujuk pada Kode Disiplin Pasal 48 jo. Pasal 49, Hilmi tidak hanya dilarang bermain seumur hidup, tetapi juga dikenai denda administratif sebesar Rp2,5 juta.
"Keputusan ini diambil agar menjadi perhatian bagi pemain lain supaya bisa bermain secara fair play, tidak gampang terprovokasi, dan mengikuti law of the game demi karier masa depan mereka," ungkap Ketua Komite Disiplin PSSI Jawa Timur, Samiaji Makin Rakhmat.
| Baca juga: Perseta Tulungagung Bakal Polisikan Pelaku 'Tendangan Kufu' |