Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur memasuki hari kedelapan. Meski sebagian besar api sudah padam, petugas masih menangani dua titik api dan pemerintah menyatakan kebakaran diduga dipicu karena kelalaian manusia.
"Bromo itu kan dingin, gitu ya. Kemudian banyak orang di situ datang. Mungkin sambil kedinginan-kedinginan dia bakar, ya. Atau dia lupa mungkin memadamkannya. Seperti tahun yang lalu kan orang hanya berfoto-foto saja kan bisa terbakar," kata Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, dikutip dari tayangan Selamat pagi Indonesia, Metro TV, Selasa, 11 Agustus 2026.
Diketahui, dua titik api masih dalam penanganan petugas hingga Senin, 10 Agustus 2026. Masing-masing di Puncak P30 Desa Ngadirejo, Kabupaten Probolinggo dan Gunung Dingklik Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan.
Penanganan dilakukan secara terintegrasi melibatkan TNI, Polri, BPBD, Balai Besar TNBTS, Manggala Agni dan sejumlah instansi terkait. Dua helikopter
water bombing juga dikerahkan namun upaya pemadaman dari udara terkendala kabut tebal.
"Memang faktor alam, di mana kondisi
cuaca. Kita menggunakan water bombing, yaitu memang kemarin kita sudah menggunakan tiga heli dan pagi ini, hari ini kita dua heli. Kendalanya adalah faktor kabut, di mana ini akan membatasi manuver heli pada saat melakukan water bombing." ucap Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan.