Tawarkan Sensasi Uji Nyali, Jembatan Kaca Bromo Dibuka untuk Umum-Gaya Hidup

Wijokongko • 9 July 2026 08:12

Jakarta: Jembatan Kaca Bromo Seruni Point yang berlokasi di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur kini mulai dibuka untuk masyarakat umum melalui tahap prapeluncuran. Destinasi ini resmi menjadi ikon wisata baru yang diharapkan mampu memperkuat daya saing sektor pariwisata daerah, sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berada di kawasan penyangga Gunung Bromo.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur dari Kementerian Pekerjaan Umum, Agung Wahyudi, menjelaskan bahwa infrastruktur jembatan tersebut dirancang dengan ketahanan yang sangat baik sehingga memiliki umur layanan hingga 50 tahun. Usia layanan ini diklaim jauh lebih panjang apabila dibandingkan dengan jembatan gantung pada umumnya yang rata-rata hanya dirancang untuk bertahan sekitar 20 tahun.

“Lantai jembatan menggunakan laminated glass berbahan tempered glass dengan lapisan SentryGlass Plus (SGP) setebal 25,52 milimeter. Material tersebut telah melalui berbagai pengujian laboratorium, termasuk uji beban statis maupun simulasi operasional sehingga dinyatakan aman digunakan sesuai standar teknis yang berlaku. Seluruh spesifikasi konstruksi telah memenuhi standar keselamatan sehingga wisatawan dapat menikmati wahana tersebut dengan rasa aman,” ujar Agung, dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Probolinggo pada hari Minggu, 5 Juli 2026.

Jembatan kaca pertama di kawasan pegunungan


Jembatan Kaca Bromo Seruni Point mencetak sejarah sebagai jembatan kaca pertama di Indonesia yang dibangun di kawasan pegunungan. Wahana ini membentang sepanjang 130 meter di atas jurang sedalam 83 meter, menghadirkan pengalaman liburan yang memacu adrenalin sekaligus menyuguhkan panorama alam yang memukau. Dari atas bentang kaca transparan tersebut, wisatawan dapat menikmati keindahan Gunung Bromo, Gunung Batok, serta Gunung Semeru secara bersamaan dalam satu bingkai lanskap menawan.

Sebelum resmi menerima kunjungan publik, kelayakan operasional wahana jembatan ini telah diperiksa secara menyeluruh dan ketat oleh jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, serta Forkopimka Sukapura. Pemeriksaan tersebut merupakan langkah wajib guna memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan fasilitas telah memenuhi standar teknis yang berlaku. Bagi wisatawan domestik yang ingin menjajal sensasi berjalan di atas jembatan kaca ini akan dikenakan tarif tiket sebesar Rp55 ribu, sedangkan wisatawan mancanegara dikenakan tarif sebesar Rp110 ribu. Destinasi wisata andalan baru Probolinggo ini beroperasi setiap hari dan siap menyambut kedatangan para pengunjung mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. (Daffa Yazid Fadhlan)

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X