Medan: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memaparkan capaian program swasembada pangan nasional saat memberikan kuliah umum di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan. Di hadapan ratusan mahasiswa, Amran menegaskan Indonesia telah mencapai swasembada beras dan sejumlah komoditas pangan strategis sesuai target pemerintah.
Kuliah umum yang digelar di Kampus USU itu diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas. Dalam pemaparannya, Amran menjelaskan bahwa program swasembada pangan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden terus menunjukkan hasil positif.
Ia menyebut Indonesia tidak lagi mengimpor beras medium, bahkan telah mampu mengekspor beras serta delapan komoditas pangan strategis lainnya. Menurutnya, masih terdapat anggapan keliru di masyarakat terkait kondisi ketahanan pangan nasional sehingga pemerintah terus melakukan sosialisasi berdasarkan data resmi.
"Ternyata masih banyak yang belum tahu bahwa kita sudah swasembada, bahkan kita ekspor. Swasembada beras, swasembada pangan. Karena ada pihak-pihak tertentu menghembuskan bahwa kita belum swasembada pangan dan beras. Padahal, dua-duanya sesuai dengan Perpres Nomor 125 Tahun 2022 sudah swasembada. Beras medium tidak impor lagi, bahkan kita ekspor. Delapan komoditas juga sudah swasembada dan ekspor," ujar Andi Amran Sulaiman.
Selain memaparkan capaian pemerintah, Amran juga membuka sesi dialog bersama mahasiswa. Berbagai kritik, saran, dan masukan mengenai sektor pertanian disampaikan secara langsung sebagai bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan ke depan.
Mentan mengapresiasi antusiasme mahasiswa USU yang dinilainya memiliki pemikiran kritis sekaligus konstruktif. Ia berharap generasi muda dapat berperan aktif dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Generasi muda, khususnya Universitas Sumatera Utara, luar biasa. Mahasiswanya cerdas dan kritis, tetapi kritiknya konstruktif. Kami bangga dengan USU. Mereka adalah generasi yang akan mengisi pemerintahan ke depan sehingga harus kita bina dengan baik," katanya.
Amran juga mengaku terkesan dengan semangat mahasiswa yang tidak hanya aktif dalam dunia akademik, tetapi juga memiliki kemandirian dan semangat berwirausaha. Menurutnya, karakter tersebut menjadi modal penting dalam membangun sektor pertanian yang lebih maju dan berdaya saing.
Melalui kuliah umum tersebut, Kementerian Pertanian berharap pemahaman mahasiswa mengenai kondisi ketahanan pangan nasional semakin komprehensif, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.