Dikepung Kabut Asap Pekat Karhutla, Warga Kotawaringin Timur Tetap Padati Car Free Day

12 October 2026 09:50

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih memicu paparan kabut asap pekat yang menyelimuti wilayah Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Meski demikian, kondisi ini tidak menyurutkan antusiasme warga untuk tetap beraktivitas di luar ruangan dan berpartisipasi dalam kegiatan Car Free Day (CFD).

Sejumlah warga tampak tetap berdatangan ke area CFD untuk berolahraga, seperti berjalan kaki dan bersepeda di tengah kepungan kabut asap. Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman asap bagi kesehatan, rutin memantau kualitas udara, serta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk.
 

 

Omzet Pedagang Anjlok Imbas Asap Pekat


Dampak kabut asap pekat juga dirasakan langsung oleh para pelaku usaha kecil dan pedagang makanan keliling. Beberapa pedagang mengeluhkan terbatasnya ruang gerak untuk berjualan hingga ke luar daerah akibat pekatnya asap, sehingga mereka hanya bisa mengandalkan arena CFD di dalam kota. Hal ini berdampak langsung pada penurunan omzet harian pedagang.

Salah seorang pedagang makanan menuturkan kendala operasional serta penurunan pendapatan yang dialaminya selama paparan kabut asap terjadi.

"Tidak bisa melaksanakan aktivitas karena mau jualan ke hulu, ke hilir, ke darat itu tidak bisa karena ya gerak asap ini tidak bisa berjualan. Lalu ini ulun hanya jualan dalam kota aja, kalau seandainya tidak ada asap ini ulun jualannya ini jauh. Kalau pendapatan itu karena tidak bisa jualan penuh dalam satu hari, lalu sangat jauh (berkurang) daripada sebelum-sebelumnya," ucap pedagang, Nardi, dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Minggu, 11 Oktober 2026.

Di tengah antusiasme warga menjaga kebugaran di arena CFD, pemerintah menekankan agar faktor keselamatan dan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama di tengah kepungan kabut asap.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X