BI Ungkap Rupiah Tertekan Imbas Konflik Geopolitik dan Kebijakan Moneter AS

4 November 2026 18:16

Bank Indonesia (BI) mencatat pergerakan nilai tukar rupiah mengalami tekanan pelemahan sepanjang Oktober hingga awal November 2026, setelah sempat menguat pada akhir September lalu.

"Terkait dengan nilai tukar, maka di akhir tahun, di akhir bulan September 2026 rupiah mengalami penguatan di level 17.830. Namun di bulan Oktober dan November mengalami pelemahan sehingga posisi di 2 November menjadi 18.145 per dolar AS," ujar Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Rabu, 4 November 2026.

Destry menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah dipicu oleh dinamika ketidakpastian global yang meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir.

"Pelemahan ini dipengaruhi oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter di Amerika Serikat, serta sentimen investor global terhadap aset negara berkembang," jelasnya.
 


Meski nilai tukar mengalami pelemahan, Destry menegaskan bahwa ketahanan sektor eksternal ekonomi Indonesia tetap kokoh. Hal ini tecermin dari cadangan devisa nasional yang masih berada dalam kategori sangat aman.

"Sementara itu posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tetap kuat sebesar 146,3 miliar US dolar, dan itu setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," pungkas Destry.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X