Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Arief Wicaksono menilai penunjukan Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri untuk menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sudah sesuai dengan kebutuhan organisasi Korps Bhayangkara. Menanggapi kesan terburu-buru, Arief mengungkapkan bahwa wacana pencalonan Suyudi sebagai orang nomor satu di institusi kepolisian sejatinya sudah santer terdengar sejak beberapa waktu lalu.
"Kalau kita cermati beberapa waktu yang lalu kan pernah ada berita-berita yang beliau juga rencana akan dicalonkan menjadi TB1 atau Tribrata 1. Nah, berita-berita ini sekarang sudah terkonfirmasi, jadi sudah menjadi kenyataan," ungkap Arief dalam dialog Breaking News, Metro TV, dikutip Kamis, 1 Oktober 2026.
Arief menjelaskan bahwa Kompolnas terus memantau rekam jejak Suyudi, terutama sejak ia menjabat sebagai Kapolda Banten hingga menduduki posisi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Suyudi dinilai memiliki rekam jejak yang mumpuni dalam menangani perkara serius secara tuntas, serta sejalan dengan visi Presiden dalam program Asta Cita, khususnya terkait penegakan hukum di bidang narkotika.
Terkait jarak angkatan kelulusan Akademi Kepolisian (Akpol) antara Listyo Sigit (1991) dan Suyudi (1994), Arief menilai hal tersebut sebagai dinamika regenerasi yang sepenuhnya normal. Mengingat banyaknya perwira dari angkatan 1991 hingga 1993 yang akan segera memasuki usia purnatugas, penunjukan perwira lulusan 1994 dinilai sangat rasional karena banyak dari mereka yang kini telah memegang jabatan strategis bintang tiga.
Ke depan, tantangan kepemimpinan skala masif telah menanti Suyudi. Meski memiliki latar belakang kuat di bidang reserse dan berfokus pada program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) selama di BNN, Suyudi dituntut untuk mengelola institusi raksasa. Saat ini, Polri diperkirakan memiliki 475.000 personel yang tersebar di 36 Polda, 550 Polres, dan 4.800 Polsek di seluruh penjuru Tanah Air.
"Beliau harus bisa berpikir secara komprehensif,
leadership yang bisa memayungi semua pihak, semua fungsi. Ada fungsi pembinaan, fungsi operasional, itu yang termasuk fungsi lalu lintas, fungsi reserse, fungsi intelijen, fungsi binmas, fungsi sabhara, dan juga ada lagi Brimob, Densus, serta Polair dan Poludara," urai Arief.
Lebih lanjut Arief menyampaikan harapan Kompolnas agar di bawah komando Komjen Suyudi, institusi Polri dapat terus membenahi kelembagaan, meningkatkan mutu sumber daya manusia, memperbaiki layanan publik, serta mengedepankan penegakan hukum yang profesional dan proporsional tanpa tindakan semena-mena.