Petrokimia Gresik Kembangkan Teknologi Penangkap Karbon, Efisiensi Capai 97,79%

20 October 2026 00:49

Menteri Perindustrian bersama Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) dan Direktur Utama PT Petrokimia Gresik meninjau proyek percontohan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) di kawasan pabrik PT Petrokimia Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi menuju industri hijau yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Penerapan teknologi CCU tersebut ditujukan untuk mendukung tugas besar Pupuk Indonesia dalam menjaga keberlanjutan produksi dan ketersediaan pupuk nasional bagi petani. Melalui inovasi ini, karbon dioksida yang dihasilkan dari proses industri ditangkap dan diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomis, di antaranya soda ash atau natrium karbonat.
 

 

Efisiensi Capai 97,79 Persen dan Prospek Komersialisasi


Berdasarkan hasil pengujian lapangan, efisiensi penangkapan karbon dioksida melalui teknologi CCU ini dilaporkan mampu mencapai 97,79 persen. Capaian ini diapresiasi oleh Kementerian Perindustrian sebagai langkah nyata sektor industri dalam menekan emisi sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi.

Pemerintah mendorong agar proyek percontohan ini dievaluasi secara konsisten agar dapat ditingkatkan statusnya dari skala pilot project menjadi skala komersial.

"Dalam projek ini kita bisa membuktikan bahwa penerapan teknologi hijau dalam proses industri ternyata juga bisa menghasilkan manfaat yang lebih. Tentu harus kita evaluasi terus-menerus supaya ini bisa berlaku sebagai sebuah skala industri, bukannya pilot project," ucap Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji, dikutip dari tayangan Metro Siang, Metro TV, Senin, 19 Oktober 2026.

Menanggapi arahan tersebut, Dirut PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi, menyatakan kesiapannya untuk menghitung skema komersialisasi dan menegaskan komitmen mendukung dekarbonisasi.

"Dimanfaatkan menghasilkan hal yang bermanfaat. Tadi arahan dari Bapak Menteri untuk meningkatkan menjadi komersial, nanti hitung-hitungan komersialnya akan kami hitung ketika ini meningkat menjadi komersial. Tapi kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya dekarbonisasi sebagaimana diarahkan dan diberikan instruksi oleh Kementerian," ucap Rahmad.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X