Peluang Energi Rendah Karbon untuk Menjaga Pasokan Listrik dan Kesejahteraan Lokal

Ilustrasi. Foto: dok MI.

Peluang Energi Rendah Karbon untuk Menjaga Pasokan Listrik dan Kesejahteraan Lokal

Deny Irwanto • 15 October 2026 08:26

Jakarta: Upaya menekan emisi karbon sekaligus memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat mendorong Indonesia mempertimbangkan berbagai sumber energi rendah karbon. Salah satu opsi yang menjadi perhatian adalah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), yang berpotensi menyediakan pasokan listrik dalam jumlah besar secara berkelanjutan.

Namun pengembangan PLTN tidak hanya berkaitan dengan pemilihan teknologi pembangkit. Kesiapan infrastruktur, keselamatan, pembiayaan, pengelolaan limbah radioaktif, serta penerimaan masyarakat menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhitungkan dalam perencanaan jangka panjang.

Peneliti nuklir Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Topan Setiadipura, menjelaskan transisi energi membutuhkan perubahan dalam sistem penyediaan listrik. Indonesia perlu mengembangkan sumber energi rendah karbon sekaligus menjaga keandalan pasokan bagi masyarakat dan sektor industri.

"PLTN memiliki karakteristik berbeda karena dapat menghasilkan listrik dalam jumlah besar secara berkelanjutan, dengan emisi gas rumah kaca yang rendah selama siklus hidup pembangkit dibandingkan pembangkit berbahan bakar fosil," kata Topan dalam diskusi Economic Frontline di Jakarta dikutip, Rabu, 15 Oktober 2026.

Menurutnya karakteristik tersebut membuat nuklir dapat dipertimbangkan sebagai salah satu sumber listrik rendah karbon, terutama ketika kebutuhan energi meningkat seiring pertumbuhan industri, elektrifikasi transportasi, dan perkembangan ekonomi digital.

Suasana Diskusi Economic Frontline di Jakarta. Dokumentasi/ istimewa.


Meski demikian, PLTN bukan satu-satunya pilihan dalam transisi energi. Energi surya, angin, air, dan panas bumi juga memiliki peran sesuai dengan potensi sumber daya masing-masing wilayah. Integrasi berbagai sumber energi tersebut membutuhkan jaringan listrik yang memadai, penyimpanan energi, serta pengelolaan sistem yang terencana.

Karena itu, keputusan mengembangkan PLTN perlu mempertimbangkan kebutuhan listrik nasional, biaya pembangunan, waktu penyelesaian proyek, kesiapan teknologi, dan kemampuan mengelola risiko keselamatan. Penguatan pendidikan, penelitian, serta kompetensi tenaga ahli dalam negeri juga diperlukan agar pengembangan nuklir dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Kedaulatan Energi dan Kesiapan Nasional


Selain berkaitan dengan pengurangan emisi, pengembangan PLTN juga bersinggungan dengan upaya memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi. Hal ini mencakup kepastian pasokan, kemampuan menghadapi perubahan harga energi global, serta penguasaan teknologi dan sumber daya manusia.

Sementara perwakilan Dewan Energi Nasional, Khalid Syeirazzi, menyampaikan nuklir berpotensi menjadi salah satu bagian dari strategi kedaulatan energi Indonesia. Namun pemanfaatannya tetap membutuhkan perencanaan menyeluruh, termasuk dalam pengadaan bahan bakar, pembiayaan, dan pengelolaan limbah.

"PLTN berpotensi mendukung ketahanan pasokan listrik karena kebutuhan bahan bakarnya relatif kecil dibandingkan energi yang dihasilkan jika dibanding dengan batu bara," jelas Khalid.

Ia menambahkan, Indonesia juga perlu memperhitungkan ketergantungan pada teknologi dan komponen tertentu, serta menyiapkan kemampuan untuk mengelola limbah dan proses penghentian operasi pembangkit atau decommissioning.

Penguatan kapasitas nasional menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Pengembangan tenaga ahli, transfer pengetahuan, tata kelola proyek, dan pengawasan keselamatan diperlukan agar pemanfaatan teknologi nuklir berjalan sesuai standar yang berlaku.

Menjaga Keandalan Listrik dan Manfaat bagi Masyarakat


Keandalan pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi. Sektor manufaktur, pusat data, transportasi listrik, hingga layanan publik membutuhkan pasokan energi yang stabil dan berkualitas.

Menurut Khalid, ketergantungan berlebihan pada satu sumber energi dapat meningkatkan kerentanan terhadap gangguan pasokan, perubahan harga, dan kendala operasional. Diversifikasi sumber energi dapat membantu memperkuat ketahanan sistem apabila direncanakan dan dikelola dengan baik.

"Diversifikasi sumber energi dapat membantu memperkuat ketahanan sistem kelistrikan apabila direncanakan dan dikelola dengan baik," ungkapnya.

Dalam konteks ini, PLTN dapat menjadi salah satu komponen bauran energi rendah karbon. Namun, keandalan listrik tidak cukup dijamin melalui pembangunan pembangkit saja. Kesiapan jaringan transmisi dan distribusi, cadangan daya, fleksibilitas sistem, serta kemampuan operator dalam menangani gangguan tetap menjadi faktor penentu.

Di sisi lain, manfaat pengembangan PLTN bagi daerah juga perlu menjadi bagian dari perencanaan. Peluang peningkatan keterampilan tenaga kerja, pendidikan, penelitian, dan tumbuhnya industri pendukung perlu dikaji bersama dengan kebutuhan infrastruktur serta kesiapan masyarakat setempat.

 

(Deny Irwanto)