NEWSTICKER

Wacana Bharada E Jadi Justice Collaborator, Kuasa Hukum: Kami Senang Sekali

5 August 2022 18:54

Pengusutan kasus kematian Brigadir Yosua berpotensi menghasilkan kasus baru. Sebab, Polri mendeteksi ada anggotanya yang mencoba menghalangi penanganan kasus kematian Brigadir Yosua. Terutama, terkait dengan olah kejadian perkara.

Pasal yang digunakan oleh Polisi untuk penetapan tersangka Eliezer seolah memberikan sinyal bahwa Eliezer bukan pelaku tunggal.

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Tegu Santoso mengatakan penggunaan pasal 55 dan 56 dalam penetapan tersangka. Dinilai karena penyedik memiliki alat bukti yang cukup terkait adanya tersangka lain dalam kasus ini.

"Ketika Penyedik menggunakan pasal 55 dan 56 itu artinya penyidik sudah harus siap dan bisa membuktikan adanya tersangka lain yang bersama-sama ataupun yang membantu. Oleh karena itu, Saya membaca bahwa penyidik memiliki alat bukti itu: apakah keterangan saksi, petunjuk, ataupun keterangan ahli". ujar Sugeng Tegu.

Terkait penggunaan pasal 56 yang diduga Eliezer sebagai pembantu kejahatan. Kuasa Hukum Bharada Eliezer Andreas Nahot Silitonga mengatakan, untuk penetapan tersangka dan penentuan pasal itu kita tidak ada masalah. Jadi, Polisi silahkan saja nanti membuktikan. Karena, itu bukan dari bagian klien kami untuk membuktikan dalam suatu proses pidana terutama dalam proses persidangan. Karena, itu nanti jaksa yang akan membuktikan.

Kuasa Hukum Bharada Eliezer Andreas Nahot Silitonga juga menanggapi adanya tawaran dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menjadi Justice Collaborator.

"Jadi, kalau mau jadi Justice Collaborator klien kami selalu kooperatif dengan proses penyedikan ini. Kalau misalnya diberikan Justice Collaborator ya senang sekali. Akan tetapi, apakah pantas atau engga itu bukan dari wilayah kami". ujar Andreas.