23 June 2026 16:57
Pemerintah Republik Indonesia tengah mematangkan rencana besar untuk mengubah wajah kawasan eks Hotel Sultan di Jakarta menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kawasan yang memiliki nilai strategis tinggi ini diproyeksikan menjadi hub sport tourism terpadu dengan standar internasional.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa penataan ulang kawasan ini bertujuan untuk memperkuat integrasi antara sektor pariwisata, olahraga, dan ekonomi. Langkah ini merupakan bagian dari visi besar untuk menjadikan area tersebut sebagai ikon baru Indonesia, mengingat lokasinya yang berada di dalam kawasan kompleks olahraga Gelora Bung Karno (GBK).
Rosan menjelaskan bahwa operasional dan pengelolaan kawasan eks Hotel Sultan nantinya akan diserahkan kepada InJourney melalui The Meru (Meru Sanur). Namun, proses pengalihan ini masih menunggu penyelesaian sengketa hukum yang saat ini sedang ditangani oleh Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
"Nanti kalau ini semua sudah selesai semua di Kemensetneg, tentunya pengelolaannya kita akan pakai InJourney, Meru, dan Meru juga sudah sangat baik," ujar Rosan yang dikutip Metro Siang, pada Selasa 23 Juni 2026.
Dalam rangka menghadirkan konsep yang lebih modern dan terintegrasi, Rosan membuka kemungkinan bahwa bangunan lama Hotel Sultan akan dibongkar. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa fungsi akomodasi atau perhotelan akan tetap dipertahankan di kawasan tersebut, namun dengan bentuk dan konsep yang diperbarui.
| Baca juga: Aset Ex Hotel Sultan Mulai Dipindahkan ke Gudang Cikarang |