14 September 2026 17:15
Jakarta: Saat kapal berlayar di laut lepas, komunikasi menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga keselamatan kru maupun penumpang. Berbagai kondisi tidak terduga dapat terjadi selama pelayaran sehingga kesiapan alat komunikasi dan keselamatan menjadi hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya radio Very High Frequency (VHF) yang dirancang untuk mendukung komunikasi kapal dalam menghadapi berbagai kondisi di laut.
Berdasarkan Elite Offshore Academy, radio maritim Very High Frequency (VHF) digunakan untuk komunikasi jarak pendek antar kapal dan stasiun pantai. Radio ini beroperasi pada rentang frekuensi 156 MHz hingga 174 MHz yang merupakan bagian dari spektrum radio maritim.
Kegunaan radio ini adalah untuk menyampaikan sinyal bahaya, mengoordinasikan upaya pencarian dan keselamatan, serta memastikan kelancaran komunikasi antara kapal dan pelabuhan. Dengan VHF, koordinasi internal kru dalam operasional kapal juga dapat lebih mudah dilakukan.
Dikarenakan kondisi cuaca laut yang tidak pasti, stasiun pantai secara rutin memancarkan siaran berita keselamatan pelayaran serta perkiraan cuaca melalui saluran khusus VHF. Karena itu, alat komunikasi ini menjadi salah satu perangkat penting bagi kapal.
Untuk memahami lebih jauh mengenai cara kerja radio VHF, berikut komponen utamanya:
Melansir dari HZH Marine, terdapat lima faktor yang dapat menyebabkan putusnya sinyal radio VHF pada kapal, yaitu:
Daya merupakan tenaga utama perangkat elektronik, termasuk radio VHF. Jika terjadi kerusakan atau kecelakaan, kondisi tersebut dapat memengaruhi kinerja alat elektronik.
Kerusakan dapat berupa terminal baterai yang berkarat, sambungan kabel yang longgar, sekering putus, hingga fluktuasi tegangan dari sistem listrik kapal.
Penerimaan sinyal yang jernih menjadi kunci dalam proses komunikasi VHF yang efektif. Interferensi dapat menurunkan kualitas sinyal sehingga membuat transmisi menjadi kacau atau sama sekali tidak dapat dipahami.
Masuknya air ke dalam sistem menjadi ancaman bagi peralatan elektronik kelautan. Bahkan jika radio memiliki fitur tahan air, perangkat tersebut tetap dapat mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu.
Dalam penggunaannya, radio VHF dilengkapi perangkat lunak untuk mengatur saluran, pemindaian, dan berbagai fitur lainnya. Namun, meski jarang terjadi, tetap ada potensi gangguan atau kerusakan pada perangkat lunak.
Dengan peralatan yang paling andal dan terawat sekalipun, kesalahan manusia tetap menjadi salah satu faktor penting dalam kegagalan radio VHF. Contohnya seperti tidak sengaja mematikan radio, memilih saluran yang salah, hingga gagal memeriksa fungsi radio sebelum digunakan.
Nah, putusnya sinyal radio VHF pada kapal tidak selalu disebabkan oleh satu faktor. Kerusakan perangkat, interferensi sinyal, gangguan akibat air, kesalahan saluran, hingga kesalahan manusia dapat memengaruhi komunikasi selama pelayaran. Karena itu, pemeriksaan dan penggunaan perangkat secara tepat menjadi bagian penting dalam menjaga komunikasi dan keselamatan kapal.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Eunike Michelle Gultom)